Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

UGM Kecewa Isu Ijazah Jokowi Palsu Terus Digulirkan, Ketua Senat Kehutanan Tegaskan Fakta Percetakan Skripsi Sudah Ada Sejak Dulu

 

Repelita Yogyakarta - Ketua Senat Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada San Afri Awang menyatakan kekecewaan mendalam atas informasi sesat yang terus disebarkan Rismon Sianipar dan kawan-kawan terkait tuduhan ijazah serta skripsi palsu Joko Widodo.

San Afri Awang yang merupakan senior Joko Widodo di UGM mengenang pengalaman pribadinya saat menyusun sampul skripsi pada masa itu.

Ia masih sangat jelas mengingat bahwa pada zamannya sudah ada jasa percetakan terkenal di sekitar kampus yaitu Prima dan Sanur yang menyediakan layanan cetak sampul skripsi.

San Afri Awang menceritakan bahwa ia sendiri pernah berlari ke Prima untuk mencetak cover skripsi sehingga jelas bahwa fasilitas percetakan semacam itu sudah tersedia luas.

Ia menambahkan bahwa di sekitar UGM juga sudah ada jasa pengetikan menggunakan komputer IBM PC yang ia sempat gunakan untuk mengolah data statistik.

San Afri Awang menegaskan bahwa meskipun demikian tidak semua mahasiswa Fakultas Kehutanan memilih mencetak sampul di percetakan karena pertimbangan ekonomi.

Ia mengisahkan bahwa kawan-kawannya yang secara ekonomi terbatas banyak yang membuat lembar sampul dan pengesahan dengan mesin ketik manual.

San Afri Awang tidak habis pikir mengapa hingga kini masih ada kelompok atau individu yang terus menyerang institusi UGM dengan menyebut ijazah dan skripsi Joko Widodo palsu.

Menurutnya isu tersebut semakin liar karena ditambah analisis yang tidak sesuai fakta dan hanya bertujuan mencari sensasi semata.

Ia menegaskan bahwa Joko Widodo lulus dari UGM dan bukti keberadaannya sangat jelas serta terdokumentasi dengan baik.

San Afri Awang menyatakan bahwa Rismon Hasiholan Sianipar tetap konsisten menyangsikan keaslian ijazah dan skripsi Joko Widodo hingga saat ini.

Salah satu dasar klaimnya adalah lembar pengesahan serta sampul skripsi yang menggunakan font Times New Roman yang diklaim belum ada pada era 1980-an hingga 1990-an.

Klaim sepihak dari Rismon tersebut memicu polemik panjang serta perdebatan sengit di kalangan publik yang berujung pada proses hukum.

Banyak pihak menyangsikan informasi klaim tersebut namun tidak sedikit pula yang mempercayai narasi yang dibalut analisis forensik digital.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved