Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Trump Ancam Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela Pasca Penangkapan Maduro

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya tidak menutup pintu untuk melancarkan serangan militer lanjutan terhadap Venezuela pasca-operasi yang mengakibatkan penangkapan Nicolas Maduro.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Sabtu lalu.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan segala kemungkinan jika perkembangan situasi mengancam kepentingan nasional Amerika Serikat.

Meski demikian, opsi eskalasi militer saat ini belum diperlukan menurut penilaian Washington.

“Kami siap. Anda tahu, kami siap melakukan gelombang kedua. Semuanya sudah disiapkan. Operasi ini begitu kuat sehingga kami tidak perlu melakukannya, tetapi kami tetap siap,” kata Trump.

Trump juga mengungkap bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada laut dalam jumlah besar di perairan sekitar Venezuela.

Kehadiran kekuatan laut tersebut dimaksudkan sebagai peringatan tegas atas komitmen Washington dalam melindungi aset dan menghadapi risiko dari pemerintah Caracas.

“Kami berada di luar sana dengan armada seperti yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya, dan kami siap,” tambahnya.

Ucapan Trump ini muncul setelah ia sebelumnya mengklaim bahwa pasukan Amerika Serikat berhasil menangkap Nicolas Maduro dalam sebuah misi presisi tanpa korban jiwa di kubu mereka.

Namun, pengumuman tersebut langsung memunculkan kebingungan serta kecaman dari otoritas Venezuela.

Pihak Caracas menyatakan belum mendapatkan informasi pasti mengenai lokasi Maduro dan meminta penjelasan resmi dari Amerika Serikat tentang nasib presiden mereka.

Pemerintah Venezuela mengecam pernyataan Trump sebagai bentuk intervensi berat terhadap kedaulatan nasional.

Kementerian Luar Negeri Venezuela berencana membawa kasus ini ke forum internasional.

Caracas juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengadakan pertemuan khusus membahas tindakan Amerika Serikat.

Di dalam negeri, Wakil Presiden Delcy Rodriguez menegaskan bahwa Nicolas Maduro masih merupakan pemimpin resmi Venezuela.

Pernyataan itu dikeluarkan saat rapat Dewan Pertahanan Nasional pasca-operasi militer Amerika Serikat.

“Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,” ujar Rodriguez.

Beberapa laporan media global menyebutkan terjadinya ledakan di Caracas serta keterlibatan unit khusus Amerika Serikat.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada verifikasi mandiri yang mengonfirmasi rincian misi maupun status Maduro.

Sementara itu, sejumlah legislator di Kongres Amerika Serikat mempertanyakan landasan hukum dari aksi militer tersebut.

Mereka khawatir langkah unilateral ini bisa memicu perluasan konflik di Amerika Latin serta dampak geopolitik jangka panjang.

Pihak eksekutif Amerika Serikat menyatakan bahwa Maduro akan menjalani proses peradilan tanpa merinci wilayah hukum atau tuduhan spesifik.

Pada skala global, berbagai negara dan lembaga internasional menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan norma hukum internasional di tengah risiko instabilitas yang semakin meningkat.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved