Repelita Badung - I Wayan Suyasa resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Bali.
Dalam pidato pertamanya, Suyasa menyentil semangat lokal dengan kata "puputan" yang berarti kesiapan untuk bertempur hingga akhir.
"Kalau di Bali kami bicara puputan, artinya kami bersiap mati untuk mencapai tujuan partai," ujar Suyasa dalam pelantikan di Badung, Jumat (24/1).
Ia juga mengutip filosofi Bali "sing menang sing jerih" yang bermakna sebelum meraih kemenangan, pihaknya tidak akan menyerah dalam persaingan politik.
"Artinya sebelum menang, kami tidak akan menyerah untuk bertanding, melawan teman-teman yang ada di partai lain," tegasnya.
Suyasa menekankan bahwa tanpa persatuan internal, kepemimpinannya tidak akan memiliki arti di tengah kuatnya persaingan politik di Bali.
"Apa artinya seorang Suyasa yang kecil dan banyak kekurangan berbicara partai politik, apalagi di Bali, tanpa persatuan," tuturnya.
Ia meminta seluruh kader untuk bekerja keras membangun jaringan hingga ke akar rumput guna memenangkan PSI pada Pemilu 2029.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali yang hadir dalam pelantikan tersebut mengingatkan pentingnya menjaga adat istiadat setempat.
"Persoalan adat istiadat ini saya minta khusus dijaga. Jangan terjadi kesalahpahaman sejak awal," pesan Ahmad Ali.
Ia mengingatkan bahwa di Bali telah ada partai yang kuat karena mampu merawat budaya lokal dengan baik.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi PSI Bali untuk memulai konsolidasi menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.
Suyasa berjanji akan membawa PSI Bali sebagai kekuatan baru yang menghargai kearifan lokal dalam dinamika politik nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

