Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Said Didu Sindir Penangkapan Wartawan Morowali: Oligarki Berkuasa, Negara Hilang

Repelita Morowali - Penangkapan seorang wartawan advokasi bernama Royman M Hamid oleh personel Polres Morowali menjadi pusat perhatian berbagai kalangan karena cara pelaksanaannya yang dianggap terlalu berlebihan.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu turut mengomentari peristiwa tersebut melalui akun X pribadinya @msaid_didu pada 6 Januari 2026.

Geng SOP (Solo, Oligarki, dan Parcok) sedang unjuk gigi di Morowali. Menangkap dan “mencekik” wartawan/aktivis pake senjata laras panjang. Apakah ini wujud perlawanan terhadap operasi penertiban tambang yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat Pak Menhan Pak Menhan @sjafriesjams ? tulisnya disertai video kejadian.

Unggahan tersebut langsung mendapat ribuan tayangan serta beragam respons dari pengguna platform X.

Dikira nkri dibawah kekuasaan jendral prabowo akan jauh lebih baik dri era jkw krna jelas bbit bbet bbotnya ternyata udah ketularan banyak kelakuan jkwbyg tdk terpuji sama sekali smga aja nkri tidak bubar sebagaimna pernah dikatakn Prabowo tulis salah seorang warganet.

MOROWALI SUDAH DIJUAL PD CINA DAN OLIGHARKI OLEH JOKOWI LUHUT..SEMOGA ALLAH SEGERAKAN AZABBNYA balas pengguna lain.

Negara dalam negara lagi bang? tanya warganet lainnya.

Kejadian bermula pada Minggu 4 Januari 2026 ketika polisi menjemput paksa Royman M Hamid terkait dugaan keterlibatan dalam pembakaran kantor perusahaan tambang PT Raihan Catur Putra.

Proses penangkapan dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Morowali dengan pengawalan personel bersenjata lengkap serta beberapa anggota berpakaian sipil.

Video yang beredar menunjukkan suasana tegang di Desa Torete karena disertai suara tembakan beruntun yang memicu kepanikan warga sekitar.

Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa aparat sempat menodongkan senjata kepada warga sipil saat mencari keberadaan Royman.

Meskipun polisi mengklaim membawa surat perintah lengkap, Royman meminta untuk mendokumentasikan dokumen tersebut namun permintaannya tidak dipenuhi.

Situasi semakin memanas hingga Royman langsung dibawa paksa dengan cara dicekik leher dan digelandang ke kendaraan polisi.

Polres Morowali menyatakan bahwa penangkapan ini murni terkait kasus pidana pembakaran dan tidak ada hubungannya dengan profesi Royman sebagai jurnalis advokasi yang sering mengawal isu lingkungan serta konflik agraria di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menyusul penangkapan aktivis lingkungan Arlan Dahrin sehari sebelumnya yang memicu aksi pembakaran kantor perusahaan sebagai bentuk kemarahan warga.

Banyak pihak menilai pendekatan aparat dalam kedua kasus ini terlalu represif dan tidak proporsional terhadap masyarakat sipil yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi rakyat setempat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved