Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Maduro Berpotensi Dipenjara Panjang seperti Noriega, Prediksi Analis Malaysia

Repelita Caracas - Analis hubungan internasional asal Malaysia Ayman Rashdan Wong memprediksi bahwa Nicolas Maduro kemungkinan besar akan menghadapi hukuman penjara panjang setelah digulingkan oleh Amerika Serikat.

Menurutnya, kasus Maduro sangat mirip dengan Manuel Noriega dari Panama yang ditangkap pada 3 Januari 1990 atas tuduhan serupa terkait perdagangan narkoba.

Kedua pemimpin Amerika Latin tersebut digulingkan di bawah presiden Republik seperti George H.W. Bush dan Donald Trump.

Tanggal penangkapan yang sama pada 3 Januari dinilai bukan kebetulan melainkan upaya Trump untuk meniru pendahulunya dari partai yang sama.

Noriega akhirnya diadili di pengadilan Florida, dijatuhi vonis 40 tahun, dan menjalani 17 tahun sebelum dipindah ke Panama hingga meninggal pada 2017.

Maduro diproyeksikan mengalami nasib serupa dengan kemungkinan hukuman puluhan tahun atau seumur hidup di pengadilan Amerika Serikat.

Peluang pengasingan dengan bantuan sekutu seperti China atau Rusia dianggap kecil karena akan melemahkan citra Trump.

Sejak 1945, Amerika Serikat telah menggulingkan langsung sembilan kepala negara termasuk Mohammad Mosaddegh di Iran, Jacobo Arbenz di Guatemala, Patrice Lumumba di Kongo, Ngo Dinh Diem di Vietnam Selatan, Joao Goulart di Brasil, Salvador Allende di Chili, Hudson Austin di Grenada, Manuel Noriega di Panama, serta Saddam Hussein di Irak.

Penggulingan tidak langsung juga melibatkan figur seperti Sukarno di Indonesia dan Muammar Gaddafi di Libya melalui dukungan kepada kelompok lokal.

Kasus Noriega dipilih sebagai perbandingan utama karena faktor geopolitik Terusan Panama yang vital bagi mobilitas ekonomi dan militer Amerika Serikat.

Panama awalnya bagian dari Kolombia sebelum didukung kemerdekaannya oleh AS demi membangun terusan pada awal abad ke-20.

Noriega dianggap mengkhianati dengan bermain dua sisi termasuk hubungan dengan Kuba sehingga dijadikan alasan intervensi bernama Operasi Just Cause.

Operasi tersebut memakan waktu dua minggu sebelum penangkapan sementara proses terhadap Maduro berlangsung lebih cepat.

Amerika Serikat tidak menghadapi isolasi internasional signifikan karena statusnya sebagai kekuatan adidaya yang mendominasi sistem global.

Alasan narkoba lebih ditujukan untuk konsumsi domestik guna membenarkan tindakan kepada publik dalam negeri.

Di arena internasional, tidak ada mekanisme penegakan hukum efektif karena ketiadaan pemerintahan dunia dengan aparat sendiri.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mahkamah Pidana Internasional, serta Mahkamah Keadilan Internasional terbatas oleh hak veto negara besar dan ketidakpatuhan anggota kuat.

Keadilan internasional hanya berfungsi jika negara-negara adidaya sepakat sementara realitas menunjukkan hukum rimba di mana yang kuat berkuasa.

Negara seperti Rusia dan China juga menghindari konsekuensi penuh atas aksi militer mereka karena posisi serupa dalam hierarki kekuatan global.

Pemimpin bijaksana harus memahami dinamika ini untuk menjaga kesejahteraan rakyat di tengah sistem yang tidak adil.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved