Repelita Jakarta - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia Dian Sandi Utama memuji langkah Susilo Bambang Yudhoyono yang berniat melaporkan pihak-pihak yang menuduhnya sebagai aktor utama di balik polemik ijazah palsu Joko Widodo.
Ia menyebut SBY dan Jokowi sebagai teladan negarawan sejati karena memilih jalur hukum saat menghadapi tuduhan tidak berdasar.
Pernyataan tersebut disampaikan Dian Sandi Utama melalui akun X pribadinya pada 2 Januari 2026.
Dengar kabar Pak SBY akan melaporkan pihak-pihak yang menuding beliau dibalik isu ijazah. Contoh baik dari dua Negarawan; Jokowi & SBY. Jika ada yang fitnah, lapor Polisi!
Bukan mengerahkan buzzer, kerjaannya nyerang keluarga Jokowi & Ahmad Ali setiap hari dengan bahasa jorok dan menjijikkan!
Langkah serupa pernah ditempuh Jokowi ketika menghadapi isu serupa mengenai keaslian ijazahnya.
Unggahan tersebut langsung mendapat tanggapan dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu.
Hahaha sejak 2012 justru yang pelihara dan bayar buzzer adalah Jokowi. Jadi #SelamatMenikmati aja.
Sebelumnya, tim hukum SBY telah menyiapkan somasi terhadap Sudiro Wi Budhius M. Piliang atas dugaan penyebaran fitnah melalui media sosial terkait isu tersebut.
Politisi Partai Demokrat Yan Harahap menegaskan bahwa tuduhan terhadap SBY sama sekali tidak memiliki dasar faktual.
Ia menilai langkah hukum menjadi penting untuk mempertahankan kebenaran dan martabat di ranah publik.
Diam terhadap fitnah dikhawatirkan dapat diartikan sebagai pembiaran atau bahkan pengakuan tidak langsung.
Menegakkan kebenaran di ruang publik menjadi sangat penting, karena melawan fitnah adalah bagian dari hak atas keadilan sekaligus upaya menjaga kehormatan setiap warga negara. Langkah hukum awal, yakni Somasi, siap ‘dilayangkan’.
Polemik ini kembali menghangat di awal tahun 2026 setelah tuduhan tanpa bukti terus beredar di kalangan tertentu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

