Repelita Solo - Mantan Presiden Joko Widodo melontarkan candaan ringan di hadapan rombongan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cirebon Raya.
Dalam pertemuan di kediamannya pada Selasa lalu, Jokowi menyebut bahwa dirinya dan anaknya kerap 'diobok-obok' masyarakat terkait persoalan ijazah.
Dengan nada bergurau, mantan presiden itu lalu menyentil sosok Rismon Sianipar, penulis buku yang mengkritisi latar belakang pendidikan mereka.
Jokowi menyatakan bahwa Rismon sendiri hanya berlatarbelakang sarjana strata satu atau S1.
Pernyataan tersebut diungkapkan dalam suasana silaturahmi yang akrab antara sesama alumni Universitas Gadjah Mada.
Ketua Kagama Cirebon Raya Heru Subagia membenarkan percakapan ringan itu terjadi dalam pertemuan tersebut.
Heru menjelaskan bahwa suasana pertemuan menjadi hidup dan penuh tawa setelah kehadiran mantan presiden.
Rombongan alumni datang untuk bersilaturahmi dan membahas berbagai isu aktual, termasuk usulan pendidikan bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Usulan agar Gibran menempuh pendidikan S2 di UGM disampaikan oleh Wakil Ketua Kagama Jawa Barat Hery Sugihyandi.
Namun usulan tersebut justru disambut dengan gelak tawa oleh Jokowi yang hadir dalam pertemuan.
Heru menegaskan bahwa maksud usulan itu adalah sebagai upaya mencari solusi positif atas polemik yang ada.
Dengan menempuh pendidikan formal di institusi terkemuka, diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan publik.
Candaan mengenai gelar pendidikan Rismon Sianipar tersebut ikut memeriahkan suasana pertemuan menurut kesaksian Heru.
Para peserta pertemuan menyepakati bahwa Joko Widodo merupakan bagian dari keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada.
Namun mereka juga menekankan bahwa pembuktian keabsahan dokumen pendidikan harus mengikuti proses hukum yang berlaku.
Heru menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.
Polemik mengenai dokumen pendidikan telah menjadi bahan pembicaraan luas di kalangan masyarakat.
Berbagai pihak telah menyampaikan pendapat mengenai isu yang melibatkan dua tokoh nasional ini.
Pertemuan antara alumni dengan mantan presiden ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang produktif.
Penyelesaian melalui jalur hukum tetap menjadi pilihan utama untuk memberikan kepastian bagi semua pihak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

