
Repelita Jakarta - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia Dian Sandi Utama kembali mengomentari kegaduhan seputar pertunjukan stand up comedy Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono yang memicu pro dan kontra luas.
Ia menyoroti pola perilaku kelompok tertentu yang selalu meramaikan setiap serangan terhadap pemerintah.
Khususnya kritik yang menghina mantan Presiden Joko Widodo serta keluarganya termasuk Gibran Rakabuming Raka.
Dian Sandi Utama menyatakan bahwa dukungan tersebut tidak berdasarkan substansi kritik.
Kelompok ini cenderung mendukung habis-habisan siapa saja yang menyerang kekuasaan.
Bahkan konten kasar sekalipun akan diramaikan jika mengandung penghinaan terhadap figur tersebut.
Pernyataan ini disampaikan pada 9 Januari 2026.
Dian Sandi Utama menggambarkan bahwa setiap hinaan terhadap Jokowi dan keluarga selalu mendapat sambutan meriah dari kelompok yang sama.
Siapa pun pelakunya, selama menyasar pemerintah serta keluarga mantan presiden, pasti diramaikan secara masif.
Kelompok ini digambarkan sebagai pihak yang kehilangan arah kepemimpinan setelah perubahan politik.
Mereka membutuhkan saluran untuk melampiaskan emosi serta kekecewaan mendalam.
Meskipun jumlahnya relatif kecil, kelompok tersebut aktif menciptakan kegaduhan signifikan di ruang publik.
Dian Sandi Utama menyindir mereka sebagai minoritas yang ribut tanpa mempedulikan konsekuensi.
Saat ditanya mengenai respons pendukung pemerintah, Dian justru menyarankan sikap tenang.
Tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap materi hiburan seperti komedi.
Pandji Pragiwaksono sebelumnya mengklarifikasi bahwa Mens Rea bukan menyerang individu atau kelompok spesifik.
Banyak penonton salah mengartikan arah satire yang disampaikan di panggung.
Pandji menegaskan sasaran utama adalah masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
Materi tersebut bertujuan mengajak publik lebih sadar akan tanggung jawab dalam demokrasi.
Kondisi politik nasional menjadi cerminan dari perilaku rakyat itu sendiri.
Pandji menekankan bahwa wakil rakyat merupakan representasi dari masyarakat pemilih.
Jika menginginkan perubahan, perbaikan harus dimulai dari diri sendiri.
Mens Rea dirancang agar dapat dipahami oleh semua kalangan termasuk yang kurang mengikuti politik.
Pandji menjamin penonton akan memperoleh pemahaman baru meski tidak selalu setuju dengan pesan.
Polemik ini mencerminkan sensitivitas tinggi terhadap kritik berbentuk seni.
Diskusi publik terus bergulir mengenai batas kebebasan ekspresi di tengah dinamika politik.
Pandji tetap pada posisi bahwa komedi menjadi sarana efektif untuk refleksi bersama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

