Repelita Jakarta - Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyampaikan bahwa sejumlah pihak dari kalangan aparat keamanan dan tokoh nasional telah mengingatkan dirinya untuk lebih waspada dalam dua bulan terakhir.
Peringatan itu muncul menyusul pengakuan Dokter Tifa bahwa ia merasa mendapat ancaman serius terhadap keselamatan dirinya setelah menjadi tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Lewat unggahan di media sosial X pada Sabtu (17/1/2026), Dokter Tifa menyebut bahwa sejak dua bulan terakhir setiap orang yang bertemu dengannya selalu mengingatkan agar ia berhati-hati dalam urusan makanan dan minuman.
Ia menegaskan bahwa ia diminta membawa makanan dan minuman sendiri, meski berada di restoran atau rumah orang lain.
Selain itu, Dokter Tifa mengaku diingatkan agar tidak lagi bepergian sendirian dan selalu berada dalam pengawalan ketat.
Ia menambahkan bahwa dirinya juga diminta untuk memperhatikan kondisi di jalan, terutama bila ada kendaraan yang membuntuti atau melaju terlalu mepet.
Dokter Tifa menegaskan bahwa pihak yang memberikan peringatan tersebut bukan orang sembarangan, melainkan berasal dari kalangan polisi, tentara, purnawirawan jenderal, hingga mantan menteri yang disebutnya sebagai representative person.
Ia kemudian mempertanyakan siapa pihak yang diduga ingin mencelakakan dirinya, dan menyebut bahwa motif tersebut tampak jelas.
Dokter Tifa menyatakan, “Pertanyaan saya, siapa sih yang punya niat mencelakai atau membunuh saya? Kan kentara banget orangnya. Masa enggak cukup ingin penjarakan. Bahkan, ingin mencelakai atau membunuh.”
Meski demikian, Dokter Tifa menyatakan masih berusaha berpikir positif dan meyakini bahwa orang yang dimaksudnya saat ini sedang dalam kondisi sakit berat sehingga tidak mungkin melakukan tindakan jahat.
Ia menutup pernyataannya dengan, “Enggak lah. Orang itu enggak sejahat itu. Apalagi sedang sakit berat, tak tersembuhkan. Masa masih mau jahat-jahat.” (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

