
Repelita Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf mengklarifikasi pemberitaan yang menyatakan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kembali menduduki jabatan Sekretaris Jenderal organisasi.
Menurutnya, informasi tersebut berasal dari penafsiran yang salah oleh sejumlah wartawan terhadap ucapannya pada acara perdamaian di rumah Rais Aam pada Minggu, 28 Desember 2025.
Saat itu, Gus Yahya hanya menjawab pertanyaan awak media tentang kemungkinan kembalinya Gus Ipul dengan pernyataan bahwa mereka akan bekerja sama kembali di masa mendatang.
"Pernyataan itu terbuka untuk berbagai tafsir dan tidak dapat dimaknai sebagai keputusan organisatoris yang definitif,” kata Gus Yahya di Jakarta pada Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menilai respons yang sifatnya umum tersebut kemudian diterjemahkan secara berlebihan seolah menjadi penetapan resmi mengenai posisi tertentu.
Gus Yahya menjelaskan bahwa Rapat Konsultasi di Lirboyo yang menjadi dasar perdamaian hanya menghasilkan dua poin pokok.
Kedua keputusan tersebut adalah percepatan penyelenggaraan Muktamar serta penegasan tanggung jawab dirinya selaku Ketua Umum bersama Rais Aam untuk menggelar acara tersebut.
Ia menyatakan bahwa isu mengenai jabatan Sekretaris Jenderal maupun Katib Aam tidak pernah disentuh dalam pembahasan rapat itu.
"Status jabatan Sekjen dan Katib Aam justru menjadi salah satu agenda yang perlu dibahas lebih lanjut sebagai tindak lanjut dari keputusan Rapat Konsultasi Lirboyo," pungkasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

