
Repelita Banda Aceh - Jejak pelarian Bripda Muhammad Rio anggota Brimob Polda Aceh mulai terkuak ketika ia memutuskan meninggalkan dinas kepolisian untuk bergabung sebagai tentara bayaran Rusia dan bertempur di wilayah Donbas Ukraina bersama prajurit bayaran dari berbagai negara.
Donbas yang berada di bagian timur Ukraina merupakan kawasan industri vital dengan cadangan batu bara melimpah serta menjadi pusat industri berat utama termasuk kota-kota besar Donetsk dan Luhansk yang menjadi medan pertempuran intens.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengungkapkan bahwa Rio telah menjalani tiga kali sidang Komisi Kode Etik Profesi dengan riwayat pelanggaran yang berujung pada Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari kepolisian.
Pelanggaran pertama terkait kasus perselingkuhan diikuti dua kali sidang karena disersi serta dugaan keterlibatan dengan pihak militer Rusia sehingga putusan akhir berupa pemecatan tidak hormat dijatuhkan.
Penyelidikan berhasil melacak jejak perjalanan Rio melalui bukti foto video data paspor dan catatan penumpang pesawat yang menunjukkan rute pelariannya keluar dari Indonesia.
Rio berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong Shanghai pada 18 Desember 2025 sebagai langkah awal pelarian.
Kemudian pada 19 Desember 2025 ia melanjutkan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Haikou Meilan sebelum menghilang dari pantauan resmi.
Proses penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri serta permintaan pendapat hukum digelar pada Kamis 8 Januari 2026.
Sidang Komisi Kode Etik Profesi pertama dilaksanakan secara in absentia kemudian dilanjutkan sidang kedua pada Jumat 9 Januari 2026 di ruang sidang Bidpropam Polda Aceh.
Kasus ini mirip dengan pengalaman mantan prajurit Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara yang sempat menjadi tentara bayaran Rusia di operasi militer khusus Ukraina sebelum akhirnya memohon pemulihan status kewarganegaraan Indonesia setelah membatalkan niat bertempur.
Kelompok tentara bayaran Rusia seperti Wagner Group yang pernah dipimpin Yevgeny Prigozhin menjadi salah satu contoh rekrutmen prajurit bayaran hingga Prigozhin meninggal dalam kecelakaan pesawat pasca pemberontakan terhadap pimpinan militer Kremlin.
Editor: 91224 R-ID Elok

