Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Erizal Nilai PSI Siapkan Skenario Politik 2029 dan Salah Baca Prabowo

 

Repelita Jakarta - Erizal, seorang analis politik, memberikan pandangannya mengenai pernyataan terbaru Ketua Harian PSI Ahmad Ali.

Menurut Erizal, sebelum ini Ahmad Ali telah menyerang Megawati Soekarnoputri dan kini pernyataannya beralih langsung kepada Prabowo Subianto.

Erizal menyoroti pernyataan Ali dalam podcast yang membuka kemungkinan Gibran Rakabuming Raka akan melawan Prabowo pada Pilpres 2029.

Skenario itu, dalam analisis Erizal, akan terjadi jika Prabowo memutuskan untuk tidak lagi menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden.

Pemikiran ini disampaikan Ahmad Ali di Podcast Gaspol Kompas.com, seperti yang dikutip oleh Erizal dalam analisisnya.

Erizal mencatat bahwa Ali kemudian mencoba meluruskan pernyataannya yang bisa disalahartikan sebagai bentuk "ancaman" terhadap Prabowo.

Klarifikasi itu, menurut Erizal, dilakukan agar tidak salah dipahami pihak Prabowo seandainya memilih cawapres lain.

Namun Erizal berpendapat bahwa sebetulnya pemikiran Ahmad Ali tentang peluang pertarungan Gibran dan Prabowo bukanlah sesuatu yang salah.

Dia menilai pelurusan hanya diperlukan untuk kesannya, sementara substansinya tidak ada yang keliru karena situasi itu bisa saja terjadi.

Erizal mengingatkan bahwa dinamika serupa pernah terjadi di masa lalu, seperti antara Presiden SBY dan Wakil Presiden JK.

Artinya, menurut analisis Erizal, PSI atau Jokowi sendiri sudah mempersiapkan plan A, plan B, bahkan plan C.

Sayangnya, dalam pandangan Erizal, Ahmad Ali tidak hanya berhenti pada plan A dan B saja tetapi terlanjur menyebutkan plan C di depan publik.

Erizal berpendapat bahwa baik Jokowi maupun Gibran agaknya tidak menyangka Prabowo akan bisa seperti saat ini.

Menurutnya, jerat-jerat yang sudah dipersiapkan sebelumnya pelan-pelan lepas dengan sendirinya bukan semata oleh Prabowo, tapi oleh waktu itu sendiri.

Erizal menyimpulkan bahwa mereka salah memahami Prabowo selama ini.

Ahmad Ali juga mengatakan orang salah memahami Prabowo yang dianggapnya setia dan selalu menghormati Jokowi, seperti yang dicatat Erizal.

Namun Erizal berargumen bahwa bisa jadi Ahmad Ali sendiri juga salah memahami Prabowo.

Dalam penutup analisisnya, Erizal menyatakan bahwa politik memang bukan cara memahami, tapi cara menyelamatkan kepentingan politik sendiri-sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved