
Repelita Ankara - Presiden Recep Tayyip Erdogan membantah keras adanya pendekatan dari Amerika Serikat yang menawarkan suaka bagi Nicolas Maduro di Turki sebelum operasi militer yang menangkap pemimpin Venezuela tersebut.
Pernyataan penolakan itu disampaikan Erdogan pada 7 Januari 2026.
"Kami belum menerima berita seperti itu," tegas Erdogan merespons laporan media yang menyebut Washington pernah mengusulkan pengasingan Maduro ke Turki.
Bantahan ini muncul setelah pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Maduro beserta istrinya Cilia Flores pada 3 Januari 2026 dalam serangan mendadak di Caracas.
Maduro kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba serta tuduhan serius lainnya.
Beberapa sumber Amerika dan laporan media menyatakan bahwa pemerintahan Donald Trump sempat memberikan opsi keluar damai kepada Maduro berupa pengasingan mewah di Turki.
Opsi tersebut disebut ditolak Maduro, yang memicu pelaksanaan operasi militer.
Senator Republik Lindsey Graham pada 5 Januari 2026 menyatakan, "Dia (Maduro) bisa berada di Turki hari ini, tetapi dia berada di New York. Maduro tidak bisa menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri. Trump memberinya jalan keluar. Dia memilih untuk menentang Trump dan militer AS, dan dia berada di penjara tempat dia pantas berada."
Media Amerika juga melaporkan bahwa pada akhir Desember 2025, Trump menyampaikan ultimatum agar Maduro mundur dan menerima pengasingan di Turki.
Maduro disebut menolak tawaran itu dengan penuh amarah menurut narasumber yang terlibat dalam diskusi transisi.
Erdogan sendiri menyuarakan keprihatinan atas situasi Venezuela dalam pembicaraan telepon dengan Trump pada Senin sebelumnya.
Setelah pertemuan kabinet pertama tahun ini, Erdogan mengungkapkan bahwa ia menekankan kepada Trump agar Venezuela tidak dibiarkan terjerumus ke dalam kekacauan.
"Kami tidak mentolerir tindakan apa pun yang melanggar legitimasi politik dan hukum internasional, di mana pun tindakan itu terjadi di dunia," kata Erdogan.
Pernyataan ini mencerminkan sikap hati-hati Turki yang selama ini menjaga hubungan dekat dengan Venezuela di tengah gejolak geopolitik global.
Editor: 91224 R-ID Elok

