
Repelita Jakarta - Komunitas warga Aceh yang berada di luar negeri menggelar aksi protes damai di New York City pada 5 Januari 2026.
Aksi tersebut berlangsung di depan gedung utama Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Peserta mengibarkan bendera Bulan Bintang Aceh sebagai lambang identitas daerah sekaligus panggilan kemanusiaan mendesak.
Mereka menyuarakan tuntutan agar otoritas pusat Indonesia segera mengumumkan status darurat bencana nasional untuk menangani banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh serta wilayah Sumatra lainnya.
Bencana hidrometeorologi ini telah menewaskan lebih dari seribu jiwa, dengan ratusan ribu penduduk mengungsi dan infrastruktur rusak berat hingga awal Januari 2026.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat korban meninggal mencapai 1.178 orang, termasuk ratusan di Aceh saja, sementara puluhan desa lenyap tertimbun longsor.
Para demonstran menekankan bahwa penanganan saat ini belum memadai mengingat luasnya dampak, sehingga memerlukan koordinasi ekstra serta kemungkinan bantuan dari pihak internasional.
Pengibaran bendera Aceh di lokasi strategis itu bertujuan membangkitkan kesadaran global supaya tragedi di Serambi Mekah tidak terlupakan dibandingkan krisis lain di dunia.
Informasi aksi ini menyebar luas melalui unggahan akun media sosial @MariaAlkaff_ pada 6 Januari 2026, yang menampilkan rekaman demonstrasi tersebut.
**"Bendera Aceh berkibar di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah aksi yang dilakukan oleh komunitas diaspora Aceh di luar negeri.
Aksi ini menjadi bentuk seruan kepada dunia internasional untuk memberi perhatian serius terhadap kondisi Aceh yang tengah dilanda berbagai bencana dan krisis kemanusiaan.
Dalam aksi tersebut, diaspora Aceh menyuarakan desakan agar pemerintah Indonesia menetapkan status darurat nasional bencana untuk wilayah Aceh. Mereka menilai bahwa skala dan dampak bencana yang terjadi membutuhkan penanganan luar biasa, dukungan lebih besar, serta keterlibatan berbagai pihak agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Pengibaran bendera Aceh di depan kantor PBB dilakukan sebagai simbol identitas dan jeritan kemanusiaan, sekaligus untuk menarik perhatian komunitas internasional terhadap penderitaan masyarakat di Tanah Rencong.
Para peserta aksi membawa pesan agar kondisi Aceh tidak diabaikan dan mendapatkan dukungan yang setara dengan krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia lainnya."**
Protes berjalan tertib tanpa insiden, dengan peserta membentang spanduk berisi aspirasi kemanusiaan murni.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

