Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

China Eksekusi Mati Keluarga Mafia Myanmar yang Kuasai Jaringan Penipuan Lintas Negara

 

Repelita Beijing - Pemerintah China telah melaksanakan eksekusi mati terhadap sebelas anggota keluarga mafia asal Myanmar yang dianggap menguasai jaringan kejahatan terorganisir. Tindakan keras ini ditempuh setelah kelompok tersebut dinilai terlibat dalam berbagai aktivitas kriminal lintas negara yang menargetkan warga China.

Keluarga Ming bersama dengan klan Bau, Wei, dan Liu dikenal mengendalikan kota perbatasan Laukkaing di Negara Bagian Shan Myanmar sejak sekitar tahun 2009. Wilayah ini sebelumnya berada dalam kendali kelompok bersenjata etnis MNDAA sebelum direbut kembali oleh militer Myanmar dalam operasi yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing.

Setelah menguasai Laukkaing, keempat keluarga tersebut secara bertahap meninggalkan bisnis narkoba tradisional seperti opium dan metamfetamin. Mereka kemudian membangun jaringan kasino serta mengembangkan usaha penipuan daring yang menjangkau korban secara internasional dengan metode yang sangat terstruktur.

Hubungan dekat mereka dengan militer Myanmar dibuktikan dengan pemberian penghargaan kehormatan kepada pimpinan klan Liu oleh Min Aung Hlaing pada Desember 2021. Perusahaan milik keluarga tersebut memiliki jaringan bisnis yang luas dan beberapa anggotanya terlibat dalam partai politik yang didukung oleh militer.

Kompleks penipuan yang mereka kelola di Laukkaing dikenal dengan tingkat kekejaman yang tinggi di mana kekerasan dan penyiksaan merupakan hal yang biasa. Puluhan ribu orang terutama warga China direkrut dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi namun pada kenyataannya justru dikurung dan dipaksa melakukan penipuan.

Insiden berdarah terjadi di Crouching Tiger Villa yang dikelola keluarga Ming pada Oktober 2023 ketika sejumlah warga China tewas ditembak saat mencoba melarikan diri. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan mendorong pemerintah China untuk mengambil tindakan tegas dengan memberikan restu kepada kelompok MNDAA untuk merebut kembali Laukkaing.

Para pimpinan keempat keluarga tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan lebih dari enam puluh anggota keluarga beserta kaki tangannya diserahkan kepada kepolisian China. Kepala keluarga Ming, Ming Xuechang, dilaporkan melakukan bunuh diri setelah proses penangkapan berlangsung.

Dalam pemeriksaan, salah satu anggota keluarga mengaku pernah membunuh seseorang secara acak hanya untuk menunjukkan kekuasaan mereka. Informasi ini kemudian dipublikasikan oleh otoritas China sebagai pembenaran atas hukuman berat yang dijatuhkan.

Saat ini lima anggota keluarga Bau masih menantikan eksekusi sementara proses hukum terhadap keluarga Wei dan Liu belum sepenuhnya selesai. Keempat keluarga tersebut merupakan etnis Tionghoa dan memiliki hubungan dekat dengan aparat di Provinsi Yunnan China.

Skala kejahatan mereka yang banyak menargetkan warga China dinilai telah melampaui batas toleransi pemerintah Beijing. Penindakan di Laukkaing menjadi langkah paling keras yang diambil China dalam memerangi jaringan penipuan lintas negara sambil terus menekan Thailand dan Kamboja untuk mengekstradisi tokoh-tokoh terlibat.

Puluhan ribu warga China yang sebelumnya bekerja di kompleks penipuan telah dipulangkan ke negaranya untuk menghadapi proses hukum. Meski tindakan keras terus dilakukan, jaringan penipuan daring masih beradaptasi dan berpindah ke wilayah baru meskipun beberapa pusat operasi besar telah berhasil ditutup.

Eksekusi cepat terhadap keluarga Ming menjadi sinyal kuat dari Beijing bahwa kejahatan yang merugikan warganya tidak akan dibiarkan sekalipun terjadi di luar wilayah teritorial negara mereka.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved