Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Analisis: Netanyahu Diduga Kendalikan Pemerintahan Trump Lewat Pemerasan Dokumen Epstein dan Pasar Keuangan

 

Repelita Washington DC - Sebuah analisis politik mengungkapkan pandangan bahwa mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dianggap telah kehilangan kendali efektif atas pemerintahan yang dipimpinnya. Analisis tersebut menyebut bahwa Departemen Kehakiman Amerika Serikat saat ini dianggap tunduk pada pengaruh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pengaruh tersebut diwujudkan dengan dirilisnya kumpulan dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein dimana nama Donald Trump sengaja tidak dihilangkan atau disensor. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk ancaman dan pemerasan terselubung terhadap Trump setelah dia menolak untuk memerintahkan serangan militer skala besar terhadap Iran.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa terdapat kemungkinan keterlibatan pihak-pihak terkait Israel dalam merekayasa aksi jual besar-besaran terhadap aset emas perak dan saham di pasar keuangan. Aksi tersebut dianggap sebagai pesan tersirat kepada Trump agar mematuhi permintaan mereka atau menghadapi risiko kehancuran ekonomi dan jabatan kepresidenannya.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat dianggap telah berbalik melawan presiden yang mereka layani dengan Jaksa Agung Pam Bondi disebut berfungsi sebagai pelaksana keinginan Netanyahu. Situasi ini memaksa Trump untuk mempertimbangkan pengorbanan aset militer Amerika Serikat bahkan kemungkinan nyawa tentaranya demi memenuhi ambisi Israel terhadap Iran.

Donald Trump sendiri dianggap telah mengakui situasi ini melalui sebuah unggahan di platform Truth Social pada tanggal 16 Juli 2025. Dalam unggahan tersebut dia menyatakan bahwa Berkas Epstein sengaja diciptakan mirip dengan dokumen palsu yang pernah digunakan melawannya pada masa lalu.

Inti dari analisis ini menyimpulkan bahwa kendali pemerintahan sebenarnya telah berpindah kepada Netanyahu yang dianggap mengarahkan Departemen Kehakiman FBI dan seluruh pemerintahan Trump. Setiap elemen dalam pemerintah federal disebut menggunakan berbagai ancaman untuk memaksa Trump mematuhi instruksi yang diberikan.

Ancaman tersebut mencakup potensi kekacauan massal di bidang ekonomi sosial dan geopolitik jika Trump tidak mengikuti perintah yang diberikan. Rilis dokumen Epstein dan gejolak pasar keuangan hari ini disebut sebagai bagian dari serangan balik intelijen Israel untuk menunjukkan pengaruh mereka.

Pesan peringatan tersebut dimaksudkan sebagai tekanan terakhir agar Trump melancarkan perang skala penuh terhadap Iran atau menghadapi konsekuensi penghancuran kepresidenan dan ekonomi Amerika Serikat. Jika Trump memenuhi permintaan tersebut Israel dijanjikan akan memulihkan stabilitas pasar keuangan dan melindungi posisi kepresidenannya.

Sebaliknya penolakan Trump untuk menyerang Iran akan berakibat pada upaya penyingkirannya dari kekuasaan melalui berbagai pengungkapan dokumen yang memberatkan. Analisis ini diakhiri dengan pernyataan kuat bahwa Amerika Serikat diibaratkan sebagai negara yang diduduki dimana pemimpin terpilih tidak memiliki kendali yang sesungguhnya.(*)


Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved