
Repelita Yogyakarta - Gelombang kritik keras kembali menghantam Universitas Gadjah Mada yang tetap ngotot mempertahankan status Joko Widodo sebagai alumnus di tengah tuduhan ijazah palsu yang tak kunjung terbantahkan secara terbuka.
Dokter Tifauzia Tyassuma yang merupakan lulusan UGM mengaku pilu melihat nama besar almamaternya tercoreng hanya demi melindungi satu figur publik.
Melalui akun X @DokterTifa pada 10 Desember 2025 ia menuliskan “Almamaterku tercinta. Hanya karena 1 orang, rusak nama besar institusi yang dulu sangat kubanggakan” dan hanya menambahkan satu kata “Pilu”.
Pengamat politik Rizal Fadillah menilai penjelasan berulang kali dari Rektor Ova Emilia justru makin memperkuat dugaan bahwa UGM sengaja menyembunyikan fakta sebenarnya dari masyarakat.
Ia menyebut sikap kampus yang terus berdalih menghormati undang-undang keterbukaan informasi publik malah menjadi tameng untuk melindungi pemalsuan dokumen negara.
Rizal menegaskan bahwa tindakan defensif UGM telah membuat institusi pendidikan tertua dan paling bergengsi itu ikut terlibat dalam penyebaran kebohongan yang telah berlangsung selama satu dekade penuh.
Ia juga mempertanyakan peran Prof Pratikno yang pernah menjabat rektor dan kini menjadi menteri di kabinet Jokowi sebagai salah satu pihak yang patut diperiksa lebih lanjut terkait kasus ini.
Dalam sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat UGM kembali menolak membuka dokumen akademik Jokowi dengan alasan informasi dikecualikan dan tidak dalam penguasaannya.
Rizal menilai cara UGM mengakali perintah uji konsekuensi hanya dengan tanda tangan pakar internal merupakan bentuk pengaburan yang melanggar asas peradilan cepat sederhana dan biaya ringan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

