Repelita Jakarta - Penulis terkenal Tere Liye menyindir keras keinginan personel Polri aktif untuk menduduki jabatan di kementerian serta lembaga lain melalui regulasi baru.
Kritik ini disampaikan melalui akun media sosialnya pada Minggu, 14 Desember 2025.
Ia menyoroti besaran anggaran Polri yang akan melonjak menjadi seratus empat puluh enam triliun rupiah pada tahun 2026.
Jumlah tersebut menempatkan institusi kepolisian di posisi ketiga terbesar setelah Badan Gizi Nasional serta Kementerian Pertahanan yang mendapatkan seratus delapan puluh lima triliun rupiah.
"Dear Jenderal. Kalian itu kurang apa sebenarnya? Ayolah, mari sesekali kita bercermin dengan jujur," tulis Tere Liye, mengawali ulasannya, dikutip Minggu (14/12/2025).
Dengan sekitar lima ratus dua puluh ribu personel, alokasi dana per individu dinilai sudah sangat memadai.
"Polri itu tahun 2026 akan dapat anggaran 146 triliun loh. Hanya ada dua lembaga yang bisa mengalahkannya, BGN untuk proyek MBG, dan Kementerian Pertahanan yang dapat Rp185 triliun," urai Tere Liye.
"Duh Rabbi, itu tuh besar sekali. Iya, saya tahu, itu juga untuk belanja barang, peralatan, dll. Tapi itu tetap besar. Lembaga-lembaga lain itu ada yang hanya dapat anggaran 100 miliar," ungkap Tere Liye.
Banyak kementerian lain hanya dialokasikan sekitar seratus miliar rupiah saja.
"Lantas kalian mau ikutan menjabat di kementerian-kementerian? Yang anggarannya lebih rendah dibanding kalian? Coba dipikirkan sedikit, itu tuh ironis sekali," saran penulis novel-novel best seller ini.
Tugas pokok kepolisian sendiri masih belum tertangani dengan baik.
"Disuruh jadi polisi yang berintegritas, jujur, profesional saja belum bisa, kok gaya mau ngurusin kementerian lain toh? Dan saat MK dengan tegas sudah melarang, eh masih ngeyel pula," sindirnya.
Keinginan tersebut seolah menunjukkan asumsi berlebihan tentang kompetensi internal.
"Urus dulu polri. Buktikan kalian itu dihormati dulu sama rakyat. Jangan halu dengan hasil survei-survei, itu tuh cuma survei, yang namanya juga survei politik," ujar Tere Liye.
"Nah, coba surveinya tanya anak kecil, apa tugas polisi? Saya khawatir sebagian dari mereka akan menjawab jujur: 'Minta duit'," tutup Tere Liye.
Anggaran Polri dalam RAPBN 2026 memang ditetapkan sebesar seratus empat puluh lima koma enam triliun rupiah.
Editor: 91224 R-ID Elok

