Melalui akun X pribadinya pada Selasa, 9 Desember 2025, Said Didu menyesalkan sikap seorang wakil rakyat yang digaji menggunakan uang rakyat justru memiliki hati yang ia anggap kotor karena meremehkan kontribusi masyarakat.
“Ya Allah kok ada wakil rakyat yg digaji uang rakyat,” tulis Said Didu pada 9 Desember 2025.
“hatinya bisa kotor seperti ini ?,” lanjutnya dalam postingan yang sama.
Pernyataan Endipat Wijaya yang memicu kontroversi disampaikan dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Digital di Gedung DPR RI, Senin, 8 Desember 2025.
Dalam rapat tersebut, Endipat meminta Kementerian Komunikasi dan Digital lebih gencar mengamplifikasi kinerja pemerintah dalam penanganan banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar tidak kalah viral dengan aksi relawan.
Ia menyinggung pihak yang hanya datang sekali ke lokasi bencana namun seolah-olah paling berjasa, sementara pemerintah telah hadir sejak awal dengan mendirikan ratusan posko bantuan.
"Ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh. Padahal negara sudah hadir dari awal, ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana," ujar Endipat Wijaya.
Menurutnya, publik perlu mengetahui bahwa kinerja pemerintah dalam menangani korban bencana sudah sangat masif dan patut diapresiasi.
Kritik Said Didu yang langsung menyebut hati wakil rakyat kotor itu langsung menuai respons beragam di media sosial, mempertajam sorotan terhadap sensitivitas pejabat publik dalam menyikapi partisipasi masyarakat saat bencana.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

