Perjalanan kenegaraan tersebut langsung dibandingkan dengan kasus Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang sebelumnya mendapat teguran keras dari presiden karena menunaikan umrah saat daerahnya dilanda banjir bandang.
Presiden Prabowo pada rapat koordinasi penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu 7 Desember 2025, secara terbuka memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mencopot Mirwan dari jabatannya.
Dalam rapat itu, Prabowo menyebut tindakan meninggalkan daerah bencana sebagai bentuk desersi yang tidak dapat ditoleransi.
“Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… itu enggak bisa,” ucap Prabowo saat itu.
Tanpa ragu, presiden langsung meminta Tito Karnavian memproses pemecatan.
“Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa… hehe. Copot. Mendagri bisa ya diproses ini?” tanya Prabowo.
“Bisa, Pak,” jawab Tito Karnavian dengan sigap.
Sementara itu, kunjungan Prabowo ke Pakistan merupakan lawatan resmi pertama sejak ia dilantik pada 20 Oktober 2024.
Kunjungan ini digelar untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Pakistan.
Presiden dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Shehbaz Sharif, Presiden Asif Ali Zardari, serta pimpinan tinggi angkatan bersenjata Pakistan.
Beberapa bidang kerja sama strategis seperti perdagangan, investasi, pertahanan, kesehatan, teknologi informasi, dan pendidikan menjadi fokus pembahasan.
Sejumlah nota kesepahaman juga direncanakan ditandatangani selama kunjungan berlangsung.
Namun, agenda kenegaraan itu mendapat sorotan dari jurnalis investigasi Dandhy Laksono melalui akun X-nya pada Selasa, 9 Desember 2025.
Dandhy menolak narasi pemisahan ketat antara urusan pribadi dan urusan negara dalam konteks kepemimpinan.
Ia mempertanyakan prioritas pemimpin di tengah penderitaan rakyat akibat bencana.
“Memangnya ada urusan pribadi atau urusan negara yang lebih penting dari mengurus rakyat yang sedang sekarat kena bencana?” tulis Dandhy dalam postingannya pada 9 Desember 2025.
Postingan tersebut menjadi salah satu pemicu diskusi luas di media sosial mengenai konsistensi sikap kepemimpinan nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

