Repelita Bandung - Pemerhati politik M Rizal Fadillah menyerukan pilihan tegas bagi bangsa di Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember 2025.
Menurutnya, Indonesia hanya punya dua opsi yaitu membasmi korupsi secara total atau menghadapi revolusi rakyat.
Rizal Fadillah menuding mantan Presiden Joko Widodo sebagai raja korupsi yang layak ditangkap dan diadili.
Ia mengacu pada rilis OCCRP akhir 2024 yang menobatkan Jokowi sebagai finalis tokoh koruptor kelas dunia versi jurnalis independen internasional.
Enam menteri era Jokowi telah menjadi terpidana korupsi dari berbagai partai politik.
Korupsi disebut dijadikan alat untuk mengendalikan partai-partai pendukung.
Jejak korupsi Jokowi dilacak sejak menjadi Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI, hingga dua periode Presiden.
Proyek strategis nasional, IKN, pandemi Covid-19, bansos, pertambangan, dan infrastruktur disebut sarat penyimpangan untuk kepentingan pribadi serta keluarga.
Rumah pensiun di Colomadu seluas 12 ribu meter persegi disebut dibangun dengan memanipulasi aturan dan menjebol APBN.
Kesederhanaan yang selama ini ditampilkan dinilai sebagai topeng dari praktik keserakahan.
KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri dituding menjadi pelindung utama sang maestro korupsi.
Kegagalan memberantas korupsi hingga ke akarnya akan memicu revolusi rakyat.
Seruan mulai menggema untuk menangkap Jokowi dan meruntuhkan oligarki yang dibangunnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

