Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Pegiat Media Sosial Rujak Bupati Aceh Tenggara: Sibuk Pencitraan dan Menjilat Saat Bencana


 Repelita - Pegiat media sosial Yusuf Dumdum memberikan sorotan terhadap perilaku Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry.

Melalui sebuah cuitan di akun platform media sosial X milik pribadinya, Yusuf menyatakan bahwa tindakan pencitraan tersebut dinilai kurang tepat.

Kegiatan pencitraan itu dinilai sangat tidak pantas karena dilakukan pada saat terjadi musibah bencana alam di wilayah tersebut.

Yusuf Dumdum bahkan menyebutkan bahwa perbuatan semacam itu dapat membuat Presiden Prabowo Subianto turut merasa tidak nyaman.

Pernyataan tersebut ditulisnya dan dikutip secara luas pada hari Selasa tanggal dua Desember dua ribu dua puluh lima.

Ia menuliskan bahwa para pejabat justru masih sibuk melakukan pencitraan dan menjilat ketika rakyat sedang tertimpa bencana.

Yusuf kemudian menyambung cuitannya dengan menyebutkan bahwa Presiden Prabowo pun kemungkinan besar merasa risih dengan situasi itu.

Dalam kolom komentar pada unggahan tersebut, seorang warganet turut memberikan tanggapan yang sangat pedas.

Warganet tersebut menuliskan bahwa praktik feodalisme masih sangat melekat pada diri sebagian besar pejabat di negeri ini.

Presiden dan para pejabat lainnya seharusnya diingatkan bahwa mereka adalah pelayan dari rakyat yang memilih mereka.

Momen dan situasi yang terjadi dinilai sangat tidak tepat untuk melakukan tindakan yang bersifat menjilat atasan.

Sebaiknya fokus utama dialihkan pada penanganan masalah bencana yang sedang melanda masyarakat di lokasi kejadian.

Prioritas harus diberikan pada upaya pencarian korban yang masih hilang akibat terjangan banjir dan tanah longsor.

Penanganan terhadap para korban yang berhasil selamat juga harus menjadi perhatian utama dari pemerintah daerah.

Pembangunan kembali infrastruktur yang rusak parah akibat bencana pun memerlukan koordinasi dan kerja nyata yang serius.

Warganet lain menyindir dengan menyatakan bahwa para pejabat tersebut tahu persis bahwa atasannya senang dipuja-puji.

Sindiran itu mengarah pada karakteristik pemimpin yang dianggap menyukai kultus individu dari bawahannya.

Sebelumnya sebuah pernyataan dalam bentuk video dari Bupati Salim Fakhry telah menjadi viral di berbagai platform digital.

Video tersebut terkait dengan kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto ke lokasi terdampak banjir di wilayah Aceh.

Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry menyampaikan harapannya saat mendampingi Presiden meninjau lokasi pengungsian.

Kunjungan tersebut berlangsung di daerah Kutacane, tepatnya di Pulo Sanggar, pada hari Senin pertama Desember dua ribu dua puluh lima.

Ia kemudian mengklaim bahwa kehadiran sang Presiden membuktikan bahwa pilihan rakyat Aceh tidak sia-sia.

Rakyat Aceh telah memilih Prabowo Subianto sebagai tokoh pemimpin mereka pada pemilihan umum presiden tahun sebelumnya.

Fakhry juga melontarkan candaan dengan meminta agar Presiden Prabowo dapat menjabat posisinya seumur hidup.

Inti dari pernyataannya adalah kehadiran pemimpin negara mampu mengobati hati rakyat dan masyarakat Aceh Tenggara.

Masyarakat di daerah tersebut dikenal memiliki kesetiaan yang tinggi dengan memilih Presiden pada pemilu lalu.

Tidak ada presiden lain yang seperti beliau, yang mau menyapa rakyat dan masyarakat dengan penuh perhatian.

Fakhry menyebutkan bahwa ada video yang dibuat oleh Presiden selama kunjungan kerja tersebut.

Ia kemudian berharap dalam candaannya bahwa Prabowo Subianto dapat menjadi presiden untuk seumur hidupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved