Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Korban Banjir Sibolga Ambil Bahan Pangan Bulog, BNPB Tegaskan Bukan Penjarahan Melainkan Upaya Bertahan Hidup

Repelita Sibolga - Pasca kejadian banjir serta longsor yang menerjang wilayah Sibolga di Sumatra Utara telah muncul kondisi mendesak yang menyebabkan dugaan aksi pengambilan barang oleh masyarakat setempat.

Para korban dari musibah alam tersebut diduga mengambil berbagai barang dari lokasi penyimpanan bahan makanan serta toko swalayan di sekitar area terdampak.

Gudang milik Bulog yang berada di Sarudik menjadi target utama bagi warga yang terkena dampak bencana tersebut.

Direktur Operasional serta Pelayanan Publik dari Perum Bulog yaitu Andi Afdal menyatakan bahwa peristiwa itu disebabkan oleh terputusnya jalur distribusi logistik di daerah tersebut.

"Kami membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat dampak langsung dari bencana yang memutus akses logistik dan menempatkan masyarakat dalam kondisi darurat pangan," kata Andi dalam keterangan persnya, dikutip pada Senin 1 Desember 2025.

Andi menyampaikan harapannya agar insiden ini bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk upaya pencegahan di masa mendatang sambil mengajak semua pihak untuk turut serta dalam proses pemulihan kondisi yang ada.

"Semoga situasi ini menjadi pelajaran dan penguatan sistem mitigasi ke depan, agar penanganan bencana dan distribusi bantuan dapat lebih cepat dan tepat sasaran," tambahnya.

Kepala Wilayah Bulog untuk Sumatera Utara yakni Budi Cahyanto menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan koordinasi bersama dengan pemerintah setempat serta TNI beserta Polri dan berbagai instansi terkait guna memastikan bahwa penyaluran bantuan bisa segera dilanjutkan dan keadaan dapat kembali stabil.

"Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan," ujar Budi.

"Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak," kata Budi.

Di sisi lain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB yaitu Suharyanto turut memberikan penjelasan terkait kejadian dugaan pengambilan barang ini yang sempat menjadi perbincangan luas setelah video rekamannya diunggah melalui beberapa akun di platform media sosial.

Menurut Suharyanto tindakan yang dilakukan oleh para korban banjir serta longsor tersebut bukanlah bentuk penjarahan melainkan hanya upaya untuk mendapatkan makanan dan ia telah meminta laporan dari anggota BNPB yang berada di Sibolga mengenai hal itu.

"Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga adanya upaya mengambil logistik, jadi kami sudah cek ke personel kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan," kata Suharyanto.

"Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca dan lain sebagainya, tidak. Ya mungkin mereka khawatir, takut, karena tertutup dan bahan makanannya terbatas," jelasnya.

Sebagai informasi tambahan bencana tersebut menyerang bagian utara Sumatera termasuk Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 24 hingga 25 November 2025.

Selain menimbulkan korban meninggal dunia kerusakan pada sarana prasarana seperti jalan yang terputus dan longsor tanah juga telah menghambat alur distribusi barang logistik ke wilayah itu sehingga masyarakat tidak bisa mengakses pasokan makanan selama sekitar tiga hari yang akhirnya menciptakan keadaan mendesak akan kebutuhan pangan di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved