Kondisi tersebut dinilainya berkaitan erat dengan kerusakan lingkungan yang semakin masif dan minimnya keseriusan pemerintah dalam upaya pencegahan.
Pernyataan tersebut disampaikannya melalui akun media sosial X @bangherwin pada Senin, 2 Desember 2025.
Herwin menyebutkan bahwa indikator kerusakan alam sudah sangat jelas terlihat terutama pada sektor kehutanan dan pertambangan.
Ia mempertanyakan bagaimana bencana tidak akan semakin sering dan parah apabila hutan terus dikurangi sedangkan izin tambang justru diperluas.
Setiap kritik yang dilontarkan terhadap kebijakan lingkungan menurutnya seringkali hanya dianggap sebagai angin lalu yang tidak ditanggapi secara serius.
Suara para pemerhati lingkungan dinilai terlalu sering disingkirkan dan tidak mendapatkan ruang yang memadai dalam pengambilan keputusan.
Kritik yang dilontarkan oleh kalangan akademisi kerap dipandang berlebihan dan tidak jarang justru dilemahkan dengan berbagai label negatif.
Para pemerhati lingkungan kerap dicap lebay sementara peringatan dari akademisi dianggap sebagai pepesan kosong tanpa dasar ilmiah.
Bahkan terdapat tuduhan ekstremisme terhadap aktivis lingkungan seolah-olah menjaga bumi merupakan tindakan yang radikal.
Herwin menegaskan bahwa situasi bencana di Indonesia telah memasuki fase yang semakin berbahaya dan mengkhawatirkan.
Pola kejadian banjir bandang dan tanah longsor meningkat secara signifikan seiring dengan kerusakan hutan yang tidak terkendali.
Berbagai riset ilmiah yang memperingatkan bahaya tersebut hanya menjadi headline sesaat tanpa diikuti oleh tindakan nyata yang sistematis.
Herwin juga menyinggung kontroversi banyaknya gelondongan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir di sejumlah wilayah Sumatera.
Fenomena tersebut telah menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas pembalakan liar di hulu sungai.
Ia menyatakan bahwa alam hanya menunggu waktu untuk menagih kerusakan yang telah dilakukan melalui eksploitasi berlebihan.
Herwin memprediksi bahwa dalam waktu dekat Menteri Kehutanan Raja Juli akan menghadapi tekanan terkait temuan kayu gelondongan yang mencurigakan tersebut.
Drama babak selanjutnya menurutnya akan berupa pemeriksaan intensif oleh Dewan Perwakilan Rakyat terhadap menteri terkait.
DPR diperkirakan akan mengecam menteri tersebut mengenai penanganan banjir Sumatera dan asal-usul kayu gelondongan yang terbawa arus.
Herwin menyatakan bahwa jika kayu dapat terbawa arus air hingga ke pemukiman warga maka patut diduga ada sesuatu yang perlu dibenahi.
Ia mengajak publik untuk menyaksikan proses pemeriksaan yang akan dilakukan oleh DPR terhadap sang menteri.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengawasan sektor kehutanan dan pertambangan perlu ditingkatkan secara signifikan.
Evaluasi terhadap pemberian izin usaha di sektor ekstraktif harus dilakukan dengan lebih ketat dan transparan.
Masyarakat berharap adanya langkah tegas dari pemerintah untuk memulihkan kondisi lingkungan dan mencegah bencana serupa terulang.
Dampak sosial ekonomi dari bencana yang terjadi memerlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

