Pembajakan tersebut memuncak ketika akun tersebut digunakan untuk menghina menteri saat itu sehingga memicu laporan polisi sementara Rocky Gerung sendiri sudah tidak lagi mengendalikan akun tersebut sejak diambil alih.
Kini ratusan akun palsu bermunculan dengan mengatasnamakan Rocky Gerung di berbagai platform untuk menyebarkan konten politik kasar hingga promosi produk dewasa.
Hersubeno menegaskan bahwa Rocky Gerung hanya memiliki dua kanal resmi yaitu YouTube Rocky Gerung Official serta Instagram @rocky_gerung_official dan semua pernyataan lain yang beredar di luar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Banyak akun palsu tersebut sengaja dibesarkan dengan konten provokatif kemudian dialihfungsikan menjadi sarana iklan obat kuat atau materi tidak pantas setelah memiliki pengikut signifikan.
Akun-akun tersebut juga kerap melontarkan serangan pribadi terhadap tokoh tertentu padahal gaya komunikasi Rocky Gerung selama ini selalu fokus pada kritik kebijakan bukan penghinaan individu.
Hersubeno mengingatkan bahwa keberadaan akun penggemar tidak masalah selama tidak mengklaim sebagai akun resmi namun isi yang mereka sebarkan tetap tidak mewakili pandangan Rocky Gerung.
Ia meminta publik hanya merujuk pada YouTube Rocky Gerung Official dan Instagram @rocky_gerung_official untuk menghindari tertipu oleh akun-akun palsu yang terus bermunculan dengan motif politik maupun komersial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

