Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Gelondongan Kayu Hanyut ke Permukiman Warga, Kritik Tajam Mengarah ke Pejabat Masa Lalu, Herwin Semprot Zulkifli Hasan: Masih Mau Bantah?

Repelita Jakarta - Seorang pegiat media sosial memberikan kritik pedas terkait fenomena kayu gelondongan yang terbawa banjir hingga ke pemukiman penduduk.

Kritik tersebut secara khusus ditujukan kepada seorang mantan menteri yang pernah menjabat di periode sebelumnya.

Pegiat bernama Herwin Sudikta itu menyinggung langsung izin pembabatan hutan seluas 1,64 juta hektare yang diberikan untuk perkebunan sawit.

Ia menegaskan bahwa banjir besar yang menyebabkan kayu-kayu hanyut ke permukiman warga bukanlah peristiwa alam biasa.

Peristiwa tersebut merupakan konsekuensi langsung dari kebijakan pembukaan lahan hutan skala besar di masa lalu.

Herwin mempertanyakan sikap pejabat yang dinilai enggan mengakui hubungan antara kebijakan yang dibuat dengan dampak kerusakan lingkungan yang terjadi.

Fakta bahwa gelondongan kayu dari hutan yang dibabat sampai ke halaman rumah warga dianggap sebagai bukti yang tak terbantahkan.

Situasi ini dianggap sebagai bentuk tagihan alam dari eksploitasi hutan yang dilakukan secara berlebihan selama bertahun-tahun.

Pegiat itu menyayangkan narasi yang berusaha melepaskan tanggung jawab dengan menyebut bencana semata-mata sebagai faktor alam.

Dampak kerusakan lingkungan yang nyata dan langsung dirasakan masyarakat seharusnya menjadi refleksi bersama.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas kebijakan yang memiliki dampak jangka panjang terhadap ekosistem.

Isu ini menyoroti bagaimana keputusan di tingkat kebijakan dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat di tingkat terbawah.

Kejadian kayu gelondongan yang memenuhi permukiman warga menjadi simbol nyata dari kerusakan hutan yang telah terjadi.

Herwin mendesak adanya pengakuan dan tanggung jawab moral dari para pembuat kebijakan terkait dampak yang ditimbulkan.

Pernyataan tersebut juga mengajak publik untuk lebih kritis dalam menyikapi narasi yang mencoba mengaburkan akar permasalahan lingkungan.

Fenomena alam yang terjadi saat ini tidak dapat dipisahkan dari intervensi manusia terhadap keseimbangan ekosistem.

Masyarakat diingatkan untuk melihat bencana sebagai akibat dari rangkaian kebijakan dan aktivitas yang merusak lingkungan.

Refleksi ini diharapkan dapat mendorong adanya perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam ke depan.

Setiap pihak diajak untuk mengambil pelajaran dari peristiwa ini guna mencegah terulangnya kerusakan lingkungan yang lebih parah. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved