
Repelita Jakarta - Nama Doni Monardo belakangan ini kembali menjadi sorotan masyarakat luas di tengah maraknya bencana banjir yang menerjang berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sosoknya sering dikaitkan dengan upaya penanganan musibah serupa semasa hidupnya, meskipun ia telah meninggal dunia pada tanggal 3 Desember 2023.
Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, tepatnya pada 10 Mei 1963, dan berasal dari keluarga yang memiliki darah keturunan Minangkabau yang kental.
Perjalanan kariernya di dunia militer dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada tahun 1985, diikuti dengan berbagai pelatihan lanjutan termasuk di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Indonesia pada 1999.
Sejak dini, kemampuan kepemimpinannya sudah menonjol ketika ia bergabung dengan Komando Pasukan Khusus, unit elit yang menuntut tingkat disiplin, daya tahan, serta ketelitian yang luar biasa tinggi dalam setiap tugasnya.
Karier Doni berkembang dengan cepat hingga ia dipercaya menduduki posisi-posisi penting dalam struktur keamanan negara.
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden dari tahun 2012 hingga 2014, sebuah peran yang memerlukan kecermatan tinggi, keterampilan memimpin tim, serta kemampuan membuat keputusan dalam waktu singkat di situasi kritis.
Setelah itu, Doni diangkat menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus pada periode 2014 sampai 2015.
Dari sana, ia memimpin dua komando daerah militer utama secara berturut-turut, yaitu sebagai Panglima Daerah Militer XVI/Pattimura dari 2015 hingga 2017, kemudian Panglima Daerah Militer III/Siliwangi dari 2017 hingga 2018.
Pada tahun 2018, Doni dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, posisi yang semakin memperkuat rekam jejaknya sebagai perwira berpengalaman dengan pemahaman mendalam tentang strategi keamanan nasional secara keseluruhan.
Puncak dari dedikasinya terjadi ketika Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 9 Januari 2019.
Pada tahun 2020, Doni ditunjuk sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, di mana ia menjadi tokoh sentral dalam mengomunikasikan data, merumuskan kebijakan, serta memberikan petunjuk kepada masyarakat luas.
Banyak rekan sejawatnya mengungkapkan bahwa selama masa itu, Doni hampir tidak pernah pulang ke rumah dan lebih memilih untuk menetap di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna memastikan seluruh proses penanganan berlangsung tanpa henti.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

