
Repelita Damaskus - Pemerintahan transisi Suriah resmi meluncurkan mata uang baru yang menggantikan pound Suriah era Bashar al-Assad.
Peluncuran dilakukan oleh Presiden Ahmad al-Sharaa bersama Gubernur Bank Sentral Suriah Abdulkader Husrieh pada Senin (29/12/2025) di Istana Konferensi Damaskus.
Mata uang baru ini menghapus dua angka nol dari pound Suriah lama, sehingga setiap 100 pound lama setara dengan 1 pound baru.
Penukaran uang lama dengan yang baru akan dimulai secara resmi pada 1 Januari 2026 dan berlangsung selama 90 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.
Selama masa transisi, kedua mata uang akan berlaku bersamaan untuk memastikan kelancaran transaksi sehari-hari.
Bank sentral menegaskan bahwa perubahan ini bersifat teknis dan tidak akan menambah jumlah uang yang beredar, sehingga tidak memicu inflasi.
Desain uang baru tidak lagi menampilkan gambar tokoh politik, melainkan motif alam seperti mawar, gandum, zaitun, jeruk, dan simbol pertanian khas Suriah.
Langkah ini bertujuan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional setelah pound Suriah mengalami depresiasi parah akibat perang sipil dan sanksi ekonomi.
Gubernur Husrieh menjelaskan bahwa reformasi moneter ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk membangun stabilitas ekonomi dan kedaulatan keuangan pasca-pergantian kekuasaan.
Penukaran uang akan dilakukan secara gratis tanpa biaya tambahan di lebih dari 1.000 lokasi resmi yang ditunjuk.


Pemerintah menjamin proses berjalan transparan dan terorganisir, dengan penerbitan buletin kurs resmi dalam kedua mata uang untuk mencegah spekulasi.
Presiden al-Sharaa menyebut peluncuran mata uang baru sebagai penanda akhir era sebelumnya dan awal fase baru yang lebih stabil bagi rakyat Suriah.
Bank sentral juga menekankan bahwa keberhasilan reformasi ini bergantung pada kebijakan fiskal disiplin dan pemulihan sektor produksi serta lapangan kerja.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

