Repelita Jakarta - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, soal rata-rata IQ warga Indonesia yang disebut lebih rendah dibanding Malaysia dan Thailand memicu reaksi keras warganet di media sosial, Sabtu (15/11/2025).
Zulhas menekankan pentingnya sektor pangan sebagai fondasi agar masyarakat dapat hidup lebih baik.
Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan.
Menteri itu kemudian mengutip data yang ia terima, menyebut rerata IQ warga Indonesia berada di angka 72–78, tertinggal dari negara tetangga.
“Kalau sudah bisa maka berikutnya Indonesia cerdas anaknya. Tiongkok bisa karena cerdas, gizi cukup, IQ di atas 120. Kita rata-rata IQ di 72-78. Thailand, Malaysia, Tiongkok, Korea, 120 ke atas. Ya ketinggalan,” ujar Zulhas.
Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan salah satu konten kreator, Salim Dower, melalui unggahan di akun Instagram @salim_dower, Selasa (18/11/2025).
Salim dengan nada kesal menyebut, “Nah lo liat aki-aki, udah tua bukannya tobat, malah makin tolol. Dia bilang tuh IQ anak Indonesia lebih rendah dari Malaysia, makanya harus dikasih MBG. Tolol, menteri tolol lo, menteri tolol, menteri tolol, menteri tolol.”
Ia menilai logika Zulhas tidak masuk akal dan menekankan bahwa makan tidak menjamin kecerdasan, yang menurutnya diperoleh melalui belajar.
Salim juga mengungkit momen ketika Zulhas pernah dibentak Harrison Ford, menyindir, “Lagi lo dibentak Harrison Ford aja ceming lo. Kelangap lo nggak pake segala ngomongin IQ. Rit, gue gablokin juga lo.”
Unggahan tersebut memancing banyak komentar warganet, salah satunya, “Percuma makan makanan bergizi kalo ga belajar sama aja ngibul 😂.”
Komentar lain menilai pernyataan Zulhas terkait IQ anak Indonesia sebagai kode agar memperoleh alokasi anggaran MBG.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa setiap pernyataan pejabat publik terkait kecerdasan warga dapat menimbulkan reaksi publik yang intens dan beragam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

