Opini Rina Syafri
Saya, Rina Syafri, merasa perlu menanggapi ucapan Zulkifli Hasan yang menyebut rakyat Indonesia memiliki IQ lebih rendah dibanding Malaysia. Ucapan tersebut bukan sekadar salah bicara, melainkan melukai hati rakyat yang selama ini berjuang keras dalam keterbatasan.
Seorang pejabat publik seharusnya menguatkan rakyat, bukan merendahkan. Kata-kata yang keluar dari mulut pejabat memiliki dampak besar terhadap kepercayaan masyarakat. Ketika ucapan itu merendahkan, maka yang terluka bukan hanya harga diri individu, tetapi juga martabat bangsa.
Refleksi Pribadi
Saya pribadi sangat tersinggung dengan ucapan tersebut. Sejak kecil, saya tidak pernah menikmati fasilitas elit seperti anak pejabat. Namun, dengan tekad dan kerja keras:
- Sejak kelas 1 SD hingga SMA, saya selalu masuk juara kelas minimal 5 besar.
- Nilai rata-rata Ebtanas 7,4 dengan jurusan IPA.
Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa rakyat biasa mampu bersaing dan berprestasi tanpa harus lahir dari keluarga elite.
Karier Saya
Selain prestasi akademik, saya juga memiliki pengalaman kerja yang membuktikan kemampuan rakyat Indonesia untuk bersaing di dunia profesional. Saya pernah bekerja di PT Wing’s Indonesia, Pt. Roche Indonesia, PT Mead Johnson Indonesia, dan Indosat Bengkulu. Saya bahkan pernah ditawari kesempatan bekerja di kantor valuta asing di Singapura, serta ditawari bergabung dengan Bank Mandiri saat pertama kali berdiri ketika saya masih bekerja di PT Mead Johnson Indonesia.
Selama bekerja, saya tidak pernah mengandalkan orang dalam atau dukungan khusus. Semua posisi yang saya raih murni karena kemampuan dan kerja keras saya sendiri. Rakyat kecil bisa sukses jika diberi kesempatan. Tetapi bagaimana kami, rakyat kecil, akan sukses jika jatah bagi mereka yang mampu bersaing justru dialihkan kepada anak-anak pejabat dan penguasa yang belum tentu memiliki kemampuan cukup untuk menjalankan pekerjaan tersebut?
Penutup
Ucapan Zulkifli Hasan telah melukai hati rakyat. Rakyat Indonesia bukan bangsa bodoh. Kami adalah bangsa yang berjuang, berprestasi, dan pantang menyerah. Pejabat publik harus berhati-hati dalam berbicara, karena setiap kata bisa menguatkan atau justru meruntuhkan kepercayaan rakyat. Pernyataan yang merendahkan hanya menunjukkan kurangnya empati dan kepemimpinan sejati.

