
Repelita Surabaya - Jenazah Reno Syahputra Dewo, korban aksi demonstrasi di Jakarta pada 29 Agustus 2025, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Putat Gede, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Minggu 9 November 2025 sekitar pukul 10.30 WIB.
Reno, 24 tahun, sempat dilaporkan hilang setelah mengikuti demonstrasi tersebut, dan ditemukan tak bernyawa dua bulan kemudian.
Jemmy Yunianto, paman Reno, menyatakan keluarga telah mengikhlaskan kepergian Reno dan bersyukur jenazahnya dapat ditemukan serta dikebumikan pada hari ini.
Sebelum dinyatakan hilang, Reno sempat menghubungi ayahnya dari Surabaya pada 29 Agustus 2025, hanya untuk meminta uang Rp 50 ribu guna membeli makanan.
Percakapan singkat itu menjadi komunikasi terakhir sebelum Reno tidak dapat dihubungi kembali.
Dua hari berturut-turut Reno tidak kembali ke rumah kerabatnya di Jakarta Timur, memaksa keluarga membuat laporan kehilangan di Polsek Jatinegara.
Temuan dua kerangka manusia di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, pada Kamis 30 Oktober 2025 kemudian mengungkap identitas Reno melalui tes DNA.
Reno dikenal sebagai pekerja di sebuah perusahaan otomotif di Cikarang dan tinggal di rumah kerabat di Jakarta Timur.
Ia digambarkan sebagai sosok santun dan pendiam, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibandingkan bepergian dengan teman-temannya.
Paman Reno menuturkan keluarga awalnya tak menduga Reno berada di lokasi demonstrasi, kemungkinan karena rasa penasaran terhadap aksi besar yang jarang terjadi di Surabaya.
Keluarga berharap tragedi ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya pendampingan dan komunikasi dengan anak dalam menghadapi lingkungan sosial dan arus informasi digital. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

