Menurut Muslim Arbi, jika Prabowo tetap pasang badan secara membabi buta untuk melindungi Jokowi dari berbagai tuntutan hukum dan kritik publik, masyarakat akan menilai Prabowo sebagai termul atau ternak Mulyono.
Ia menyoroti teriakan hidup Jokowi pada peringatan HUT Gerindra ke-17 yang dinilai membingungkan banyak pihak.
Desakan pencopotan Listyo Sigit Purnomo dari jabatan Kapolri karena diang299gap sebagai ketua partai cokelat sangat kuat dari berbagai kalangan, namun Sigit justru dipertahankan dan bahkan dimasukkan ke dalam Tim Reformasi Polri.
Situasi itu dianggap lucu karena kinerja Sigit selama memimpin Polri akan dievaluasi sementara dirinya sendiri berada di tim yang bertugas mereformasi institusi tersebut.
Hal serupa terjadi pada Tito Karnavian dan Idham Azis yang juga dimasukkan ke tim reformasi padahal selama sepuluh tahun era Jokowi banyak kritik keras terhadap kinerja Polri di masa mereka, termasuk kasus parcok.
Tim Reformasi Polri yang dibentuk presiden saat ini dinilai tidak mampu menyentuh berbagai kejahatan hukum dan politik yang terjadi selama kekuasaan Jokowi.
Sebagai contoh, Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD yang sebelumnya sangat kritis terhadap dugaan ijazah palsu Jokowi kini diam saja ketika kepolisian menetapkan Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai tersangka serta mencegah mereka ke luar negeri.
Padahal temuan Roy Suryo dan timnya tidak pernah terbantahkan di publik, bahkan sidang di Komisi Informasi Pusat semakin memperkuat keraguan terhadap Universitas Gadjah Mada dan KPU Solo terkait kasus ijazah tersebut.
Belakangan ketika ramai kritik terhadap proyek Whoosh yang melibatkan Jokowi serta Luhut Binsar Pandjaitan dengan kerugian negara sangat besar dan ancaman terhadap kedaulatan, Prabowo kembali tampil membela keduanya secara total.
Di level internasional, Jokowi masuk daftar OCCRP sebagai salah satu pelaku kejahatan hak asasi manusia dan koruptor dunia bersama Bashar al-Assad serta Sheikh Hasina yang terakhir dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan internasional.
Jika Prabowo sebagai kepala negara terus melindungi Jokowi padahal suara rakyat sangat lantang menuntut Jokowi diadili hingga dipenjara, tindakan itu akan dianggap antidemokrasi dan menginjak-injak supremasi hukum.
Apabila pembelaan mati-matian itu berlanjut, rakyat dalam negeri maupun dunia internasional akan menilai Prabowo turut melindungi seorang penjahat dan koruptor kelas dunia.
Editor: 91224 R-ID Elok

