Dia memandangi anak perempuannya yang paling kecil berusia tiga tahun sambil berbisik lembut tentang pertemuan di surga kelak.
Perempuan berusia 32 tahun ini mengalami musibah berat dimana rumahnya hanyut diterjang banjir bandang bersama suaminya Reki Saputra dan kakak laki-lakinya Maryulis.
Kedua jenazah tersebut baru saja dimakamkan setelah disalatkan zuhur di lokasi pengungsian yang menjadi tempat tinggal sementara bagi korban bencana.
Ratna berusaha menguatkan hati dengan berharap dapat melewati ujian berat yang menimpa keluarganya selama tiga hari terakhir.
Dia menyadari pentingnya menjaga kondisi mental anak-anaknya yang masih sangat membutuhkan figur seorang ibu.
Sebagai ibu dari empat orang anak dengan usia tertua 12 tahun dan termuda tiga tahun, Ratna harus mengambil peran ganda setelah kepergian suaminya.
Anak-anaknya terus bertanya tentang keberadaan ayah mereka yang menjadi korban keganasan banjir bandang di gapura perbatasan Kota Padang Panjang.
Ratna mengaku rela kehilangan rumah dan segala harta benda namun sangat berat menerima kenyataan ditinggal suami tercinta.
Malam Rabu 26 November menjadi kenangan terakhir pertemuannya dengan Reki yang pulang kerja dengan tergesa-gesa.
Sang suami memintanya segera mengemasi barang-barang dan membawa anak-anak serta orang tua mengungsi karena cuaca sudah tidak aman.
Reki memilih bertahan di rumah untuk memantau ketinggian air sungai sementara Ratna membawa keluarga menumpang mobil almarhumah kakaknya.
Komunikasi terakhir terjadi Kamis pagi 27 November pukul 08.10 WIB ketika Ratna meminta suaminya menjemput kakaknya yang mobilnya mogok.
Kakaknya ingin pulang ke rumah untuk memasak makanan sedangkan Reki juga kembali ke rumah mereka yang letaknya berseberangan jalan.
Kekhawatiran Ratna memuncak ketika hujan deras masih turun dan tidak ada kabar dari suami maupun kakaknya hingga siang hari.
Keponakannya mengabarkan kondisi gapura perbatasan sudah parah melalui video yang telah beredar luas di media sosial.
Jenazah Reki ditemukan beberapa jam kemudian dalam kondisi tidak bernyawa setelah terseret arus sejauh beberapa kilometer dari rumahnya.
Ratna hampir pingsan menerima kabar duka tersebut apalagi banyak orang mengirimkan foto jenazah yang mirip dengan suaminya.
Proses evakuasi jenazah membawa Reki ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang sementara Ratna tidak bisa langsung menjumpai karena jalan putus total.
Jenazah suami dan kakaknya harus menunggu dua hari di rumah sakit sebelum akhirnya bisa dipulangkan ke kampung halaman menggunakan ambulans.
Ratna menggambarkan Reki sebagai suami dan ayah yang teladan serta penuh tanggung jawab terhadap keluarganya.
Dia berusaha menunjukkan kesabaran di depan banyak orang di posko pengungsian meskipun hatinya merasa remuk redam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

