Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketum PBNU Gus Yahya Akui Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Gus Ipul, Hubungan Merenggang?

 Sekjen PBNU Serukan Pengurus dan Warga NU Tetap Tenang, Menyusul Kabar Pemakzulan Gus Yahya - Lentera.co

Repelita Surabaya - Di tengah gejolak internal yang menyeruak di kalangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, masyarakat luas mulai memperhatikan ketegangan relasi antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf.

Tokoh yang dikenal akrab dengan panggilan Gus Yahya itu secara terbuka mengakui bahwa komunikasi pribadinya dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memang telah terputus sejak waktu yang cukup panjang, baik dalam bentuk pertemuan tatap muka maupun panggilan telepon.

Menurut persepsinya, kesibukan Gus Ipul sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia menjadi faktor utama yang membuat rekan kerjanya tersebut jarang menyempatkan diri untuk berkoordinasi secara langsung.

Meski demikian, Gus Yahya menegaskan bahwa ikatan profesional dan pribadinya dengan mantan pemimpin Kota Pasuruan itu tetap harmonis tanpa adanya konflik yang mencolok.

Sebetulnya baik-baik saja, mungkin ya perasaan saya, sih, tetapi dia mungkin terlalu sibuk (sehingga) nggak pernah menghubungi saya, ungkap Gus Yahya usai mengikuti pertemuan koordinasi Pengurus Wilayah NU seluruh Indonesia di Surabaya pada Minggu, 23 November 2025.

Saat dikonfrontasi oleh jurnalis mengenai momen terakhir kontak dengan Gus Ipul, saudara kandung dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu hanya menggeleng ingatannya yang samar-samar.

Wah, sudah lama sekali, tambahnya singkat tanpa memberikan detail kronologi yang lebih rinci.

Pada kesempatan serupa, Gus Yahya juga membagikan temuan dari pertemuan koordinasi tersebut, di mana para perwakilan Pengurus Wilayah NU dari berbagai daerah secara bulat menyatakan ketidakmauan mereka terhadap kemungkinan pengunduran dirinya dari pucuk pimpinan PBNU.

Pertama-tama mereka mengatakan tidak mau saya mundur, jelasnya lebih lanjut.

Mereka khawatir saya mundur, karena mereka dulu memilih saya, mereka akan kecewa kalau saya mundur, Saya sama sekali tidak terbesit pikiran untuk mundur, lanjut Gus Yahya menjelaskan respons kolektif yang ia terima dari peserta rapat.

Sebagai catatan, pemilihan Gus Yahya ke kursi Ketua Umum PBNU untuk masa jabatan 2021 hingga 2025 telah disahkan melalui Muktamar NU ke-34, yang berarti ia masih memiliki sisa waktu sekitar satu tahun untuk menunaikan tanggung jawabnya di organisasi keislaman terbesar di tanah air.

Karena saya mendapatkan amanat dari Muktamar 34 yang lalu untuk 5 tahun, Akan saya jalani selama 5 tahun, Insyaallah saya sanggup, Saya tidak terbesit pikiran untuk mundur, tegasnya sebagai penutup pernyataan teguhnya.

Sebelumnya, wacana pemberhentian paksa terhadap Gus Yahya mulai menggeliat setelah munculnya dokumen hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar di Hotel Aston City Jakarta pada Kamis, 19 November 2025.

Pertemuan itu diikuti oleh 37 dari total 53 anggota Pengurus Harian Syuriyah PBNU, dan kesimpulannya menuntut agar Gus Yahya segera meninggalkan jabatannya atau menghadapi pemecatan resmi.

Dokumen risalah rapat yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar itu merangkum lima butir kesimpulan krusial, dengan butir kelima secara eksplisit mewajibkan pengunduran diri dalam rentang tiga hari kerja.

Jika dalam waktu 3 hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, demikian bunyi ketentuan akhir dalam risalah yang kini telah menyebar secara masif melalui berbagai platform digital.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved