Jokowi mengungkapkan bahwa saat pertama kali terpilih sebagai presiden, ia menghadapi tantangan membangun fondasi ekonomi kuat untuk negara berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa.
Pilihan strategisnya jatuh pada program pembangunan infrastruktur secara besar-besaran sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Jokowi, tanpa jaringan infrastruktur yang memadai, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan pernah mencapai level yang signifikan.
Ia mencontohkan pembangunan satelit komunikasi untuk memperkuat konektivitas digital, serta ratusan bandara dan pelabuhan baru sebagai pintu gerbang perdagangan internasional.
Langkah-langkah tersebut, kata Jokowi, menjadi pondasi kokoh yang kini terus menopang laju ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Jokowi telah tiba di Singapura sejak Rabu, 19 November 2025, untuk menghadiri rangkaian acara forum ekonomi bergengsi tersebut.
Sebelum menyampaikan pidato penutup, ia juga menghadiri pertemuan privat sarapan bersama pendiri Bloomberg Michael R Bloomberg serta sejumlah menteri dan pimpinan perusahaan dunia.
Editor: 91224 R-ID Elok

