Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jansen Sitindaon Geram Banjir Rendam Rumahnya, Sentil Gubernur hingga Bupati

 Jansen Demokrat Jawab Yenny: Saya Dukung Isi Cawapres Blok Lanjutkan

Repelita Medan - Politikus senior Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengungkapkan kemarahan mendalam setelah rumah dan harta bendanya tenggelam akibat banjir bandang serta longsor yang melanda Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.

Ia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya menjadi salah satu korban langsung bencana tersebut sehingga merasakan betapa beratnya penderitaan warga biasa.

Semoga seluruh politisi, pejabat dan penegak hukum di Sumut saat ini rumah, tanah atau hartanya terkena bencana dan banjir ini. Saya sudah kena. Rumah kami sudah tenggelam. Harta benda kami sudah kena, tulis Jansen Sitindaon di akun media sosialnya pada Jumat 28 November 2025.

Dengan nada kesal, Jansen menuding seluruh pejabat tinggi mulai dari gubernur, bupati, wali kota hingga politisi yang berasal dari Sumatera Utara sebagai penyebab utama bencana berulang karena selama bertahun-tahun membiarkan dan bahkan memfasilitasi perusakan lingkungan.

Penyebab utama banjir dan bencana ini adalah: kita semua politisi, pejabat dan penegak hukum yang ada di Sumut dan/atau pejabat atau politisi yang berasal dari Sumut yang saat ini ada di Pusat, tegasnya.

Ia menegaskan bahwa hujan memang turun dari langit, tetapi gundulnya hutan dan batang-batang pohon yang terbawa arus banjir adalah hasil tangan manusia yang diberi izin serta dilindungi oleh para pengambil kebijakan.

Ini adalah akibatnya. Hujan berhari-hari itu memang turunnya dari langit, namun batang-batang pohon yang terbawa air dan gundulnya hutan itu tangan manusia yang membuatnya, bukan dari langit. Kita para politisi dan pembuat kebijakan inilah yang membiarkannya bahkan menerbitkan izin untuk dia ditebang dan dirusak, ungkap Jansen.

Setelah bencana ini, Jansen mendesak gubernur, seluruh bupati, wali kota serta pimpinan partai politik segera duduk bersama untuk merombak total pola pembangunan yang selama ini merusak lingkungan di Sumatera Utara.

Dan menghentikan kerusakan lingkungan ini. Tanpa itu, bencana ini akan terulang kembali. Bahkan mungkin lebih besar, imbuhnya.

Ia juga menuntut permohonan maaf resmi dari seluruh pejabat tinggi dan politisi Sumut kepada rakyat karena kebijakan serta pembiaran yang mereka lakukan menjadi pemicu bencana mematikan ini.

Atas kejadian yang memakan banyak korban jiwa dan harta benda ini kita semua politisi, pejabat dan penegak hukum di Sumut wajib meminta maaf ke rakyat Sumut. Karena kebijakan dan/atau pembiaran yang kita lakukanlah yang membuat bencana ini terjadi, tutup Jansen Sitindaon.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved