
Repelita Lombok - sosok yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok akhirnya memberikan klarifikasi setelah namanya menjadi perbincangan hangat di media sosial terkait dugaan penistaan agama.
Deni Apriyadi Rahman, nama asli sosok yang lebih akrab disapa Dea Lipa itu, menegaskan bahwa tindakannya menggunakan hijab tidak dimaksudkan untuk menistakan agama.
Selama ini Deni hidup mandiri karena orang tuanya bekerja di luar negeri dan neneknya telah meninggal. Ia hanya menamatkan pendidikan hingga tingkat sekolah dasar karena keterbatasan biaya.
Sebagai penyandang disabilitas dengan gangguan pendengaran, Deni memilih menekuni profesi Makeup Artist secara otodidak melalui YouTube dan media sosial. Pekerjaan tersebut menjadi sumber penghidupan dan kepercayaan dirinya.
Deni menjelaskan bahwa penggunaan hijab merupakan bentuk penghormatan terhadap busana sebagai simbol kehormatan wanita sekaligus upaya untuk menghindari pelecehan seksual.
Ia menegaskan tuduhan yang menyebut dirinya pernah sholat dengan mukena di shaf perempuan hingga di masjid tidaklah benar. Deni menghormati adab-adab beribadah dalam Islam dan menekankan bahwa rumah ibadah tetap dihormati.
Sosok Sister Hong Lombok menjadi viral setelah aktivitasnya merias klien perempuan serta membantu mereka mengenakan pakaian meski bukan muhrim diketahui publik. Hal ini memicu tuduhan penistaan agama yang akhirnya membuat Deni dilaporkan ke polisi.
Hingga berita ini disusun, Deni telah muncul untuk memberikan klarifikasi terkait tuduhan yang menyebar di jagat maya, menegaskan bahwa semua tindakan yang dilakukannya tidak bermaksud menyinggung ajaran agama manapun.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

