Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Gus Hilmi Firdausi: Banjir Sumatera Bukan Hanya Air, Tapi Luka Bumi yang Kita Telanjangi Sendiri

SOSOK Prof Dr Ir Enri Damanhuri, Ahli Sampah Indonesia Guru Besar ITB, Wafat Setelah Masuk ICU - Halaman all - Tribuncirebon.com

Repelita Jakarta - Cendekiawan Nahdlatul Ulama Gus Hil Hilmi Firdausi menyampaikan rasa duka mendalam atas banjir bandang dan longsor yang melumpuhkan Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, sambil mengingatkan bahwa tragedi ini merupakan cermin dari luka bumi yang selama ini diabaikan oleh manusia.

Duka kita, duka alam, sebuah renungan untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Menurutnya, air bah yang datang bukan sekadar luapan sungai, melainkan membawa serta kisah panjang tentang kerusakan lingkungan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Banjir bandang itu datang bukan sekadar luapan air, ia datang membawa cerita tentang luka bumi yang lama kita abaikan.

Gus Hilmi menunjuk kematian seekor gajah di kawasan Tesso Nilo sebagai simbol tragis bahwa hutan telah kehilangan daya pelindungnya akibat ulah tangan manusia.

Ia bukan hanya binatang yang mati, tetapi simbol bahwa hutan telah kehilangan pelukannya, bahwa alam telah kita telanjangi dari haknya untuk hidup.

Bencana kali ini, tegasnya, tidak boleh hanya dilihat sebagai azab dari langit, melainkan akibat langsung dari kebijakan yang merusak alam.

Kerusakan itu bukan sekadar badai yang turun dari langit, tetapi juga izin pembukaan lahan yang diberikan dengan ringan, penebangan yang tak mengenal batas, pertambangan yang menelanjangi tebing dan bukit, dan kerakusan yang pelan-pelan menghapus warna hijau yang dulu pernah kita banggakan.

Ia mengingatkan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi karena perbuatan tangan manusia sendiri.

Gus Hilmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan musibah ini sebagai momentum perubahan sikap terhadap alam.

Hari ini kita berduka, tapi semoga duka ini tidak datang sia-sia, semoga Allah melembutkan hati kita agar lebih bijak menjaga bumi.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved