Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[GEGER] Pantai Padang Jadi Lautan Gelondongan Kayu dari Banjir Sumbar, Netizen: Alam Tunjukkan Bukti Penebangan Liar

lautan gelondongan kayu di pantai Parkit Kota Padang imbas banjir dan longsor (Tangkap layar TikTok @serumpuninsight)

Repelita Padang - Banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat sejak 22 hingga 27 November 2025 kini menimbulkan komplikasi tambahan di Pantai Parkit Air Tawar, Kota Padang, berupa tumpukan kayu gelondongan yang memenuhi garis pantai.

Material kayu dalam jumlah sangat besar itu terbawa arus deras dari wilayah hulu sungai hingga mencapai pesisir, sehingga menutupi hampir seluruh permukaan pantai dan menghambat akses warga serta nelayan setempat.

Kondisi ini terpantau sejak Jumat 28 November 2025, di mana ribuan batang kayu beserta sampah organik lainnya bergelimpangan di kawasan Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara.

Video penampakan dari akun TikTok @sarumpuninsight yang diunggah pada Sabtu 29 November 2025 menunjukkan betapa parahnya penumpukan tersebut, dengan kayu-kayu besar bertumpuk hingga membentuk dinding alami yang sulit dibersihkan.

Hingga pukul 16.00 WIB pada 28 November 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat mencatat sebanyak 69.293 warga mengungsi dan 45.733 orang lain terdampak di seluruh provinsi.

Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah paling parah terkena dampak, dengan 13 kecamatan dilanda longsor dan 11 kecamatan lainnya dilanda banjir yang membawa material kayu dari hutan hulu.

Tujuh kabupaten/kota secara keseluruhan terdampak bencana hidrometeorologi ini, termasuk Padang Pariaman yang menjadi sumber utama kayu gelondongan karena kerusakan ekosistem di daerah pegunungan.

Fenomena ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi pesisir seperti perikanan, tetapi juga menimbulkan risiko lingkungan seperti penumpukan sampah yang berpotensi mencemari laut dan mengganggu ekosistem pantai.

Warga setempat seperti Prisilia Utari Candra yang ditemui di lokasi menyatakan bahwa tumpukan kayu mulai terlihat sejak tiga hari lalu, dan kini merembet hingga Pantai Gajah serta Pantai Patenggangan di kawasan yang sama.

Netizen di media sosial bereaksi dengan kemarahan atas dugaan praktik penebangan liar yang menjadi biang keladi, menuntut pihak berwenang untuk menelusuri pemilik kayu dan memaksa reboisasi serta ganti rugi.

"Alamm memang hebat, langsung dipertontonkan barang buktinya," tulis salah satu netizen.

"Kayu sebanyak itu, hutannya segundul apa," komentar netizen lainnya.

"Perusahaan mana itu yag punya gelondong-gelondong kayu? Suruh mereka lakukan reboisasi dengan pohon yang akar tunjang. Perusahaan juga harus ganti kerusakan rumah warga," balas netizen lainnya.

Akun Instagram @ssc_padang juga mengunggah video serupa sambil bertanya-tanya siapa pemilik ribuan kubik kayu tersebut, yang kini menghalangi akses nelayan dan memicu keresahan masyarakat.

Pemerintah daerah Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat hingga 8 Desember 2025, dengan fokus pembersihan material banjir termasuk kayu gelondongan untuk memulihkan akses dan mencegah dampak lanjutan.

Upaya evakuasi dan bantuan logistik terus dilakukan, meski tantangan akses jalan yang putus akibat longsor masih menyulitkan distribusi ke titik-titik terpencil seperti kawasan pantai yang terdampak ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved