Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[GEGER] Juara Karate NTT Dapat Hadiah Rp2 Juta di Panggung, Sampai Rumah Tinggal Rp300 Ribu: Solidaritas atau Potong Kompas?

Virus! Hadiah Juara Karate di NTT Dijanjikan Rp2 Juta, Atlet Hanya Terima Rp300 Ribu - Klik Solo News

Repelita Kupang - Sebuah video yang diunggah akun Instagram @lambeturah_official pada Sabtu 29 November 2025 menjadi sorotan luas setelah menampilkan ungkapan kekecewaan seorang ibu di Kupang, Nusa Tenggara Timur, terkait hadiah yang diterima putranya sebagai juara pertama lomba karate.

Putra sang ibu berhasil meraih peringkat teratas dalam kejuaraan bela diri karate yang diselenggarakan pemerintah daerah pada penutupan Pameran Pembangunan NTT BaGaYa di Agustus 2025.

Saat menerima penghargaan di panggung, anak tersebut diserahkan papan simbolis yang menyebutkan nilai hadiah mencapai Rp2 juta, disaksikan oleh ratusan penonton dan pejabat terkait.

Namun setelah menanti selama tiga bulan penuh, uang yang akhirnya sampai ke tangan keluarga hanya sebesar Rp300 ribu, yang membuat ibu tersebut merasa dikhianati dan menuding adanya praktik tidak transparan.

“Saya pernah posting, kalau anak saya juara 1, dan mendapatkan jumlah uang Rp2 juta, tapi ternyata uangnya sampai ke tangan saya hanya segini (Rp300 ribu) ini yang bikin bangsa kita tidak maju-maju, karena ini (korupsi),” ujar sang ibu dalam rekaman video tersebut.

Keluhan tersebut cepat menyebar di berbagai platform digital, memicu reaksi marah dari netizen yang menuntut penjelasan resmi dari penyelenggara atas ketidaksesuaian nominal yang dijanjikan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi NTT sekaligus Ketua Panitia Pameran Pembangunan 2025, Frederik Christian Purwanto Koenunu, segera merespons dengan menegaskan bahwa seluruh hadiah untuk peserta telah dicairkan sesuai ketentuan.

Menurut Frederik, proses pembayaran dilakukan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga NTT sebelum diteruskan ke induk organisasi olahraga, yang kemudian bertanggung jawab menyampaikan dana kepada para atlet secara langsung.

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Karel Muskanan, memberikan klarifikasi lebih lanjut bahwa perbedaan nominal disebabkan oleh praktik pembinaan karakter di kalangan atlet yang menekankan semangat gotong royong dan solidaritas tim.

“Kami mendapatkan informasi yang jelas dari pelatih dan juga atlet, bahwa di dalam pembinaan olahraga, ada nilai kebersamaan, nilai solidaritas, sehingga besaran nilai uang yang diperoleh oleh adik kita ini (disebut tidak sesuai) faktanya mereka saling berbagi,” jelas Karel Muskanan.

Penjelasan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa dana hadiah dibagi secara sukarela di antara anggota tim latihan sebagai bentuk apresiasi kolektif atas prestasi yang diraih bersama.

Meski demikian, kasus ini terus menjadi perdebatan publik, dengan sebagian warga mendukung transparansi lebih baik dalam penyaluran hadiah olahraga agar kepercayaan terhadap program pemerintah tidak terganggu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved