Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

dr. Tifa Bantah Buang Khozinudin Jadi Pengacara: Pendampingan Hukum Telah Berakhir 5 Bulan Lalu

Repelita Jakarta - Dokter Tifauzia Tyassuma yang lebih dikenal sebagai dr Tifa meluruskan pemberitaan yang menyebutkan dirinya bersama Rismon Hasiholan Sianipar mencabut kuasa hukum dari Ahmad Khozinudin dan timnya dalam perkara dugaan ijazah palsu Joko Widodo.

Ia menjelaskan bahwa sejak sekitar lima bulan lalu justru Ahmad Khozinudin dan kawan-kawannya yang secara sepihak menghentikan pendampingan hukum terhadap dirinya sehingga hubungan kuasa hukum telah berakhir jauh sebelum proses pemeriksaan saat ini berlangsung.

Sejak saat itu dr Tifa menyatakan bahwa seluruh proses hukum yang dihadapinya kini ditangani sepenuhnya oleh Tim Pembela Penegak Keadilan yang dipimpin Abdullah Alkatiri bersama Dr M Taufiq.

Tim baru inilah yang mendampinginya pada pemeriksaan tanggal 13 November 2025 serta memenuhi kewajiban wajib lapor yang masih berlaku hingga kini.

Dokter Tifa menegaskan bahwa perubahan pendampingan hukum itu tidak menimbulkan konflik pribadi dengan tim lama dan hubungan baik tetap terjaga dengan semua pihak.

Ia hanya ingin memastikan informasi yang beredar di publik sesuai fakta agar tidak ada pihak yang terseret dalam narasi keliru.

Dalam kesempatan terpisah pada 19 November 2025 setelah keluar dari audiensi dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri dr Tifa kembali menegaskan bahwa polemik ijazah mantan presiden lebih merupakan persoalan akademik daripada ranah pidana murni.

Menurutnya perbedaan analisis dan keraguan masyarakat merupakan bagian wajar dari dinamika kajian ilmiah yang tidak seharusnya dikriminalisasi.

Ia mengusulkan agar penyelesaian perkara ini dipertimbangkan melalui mekanisme penghentian penyidikan karena tidak ditemukan unsur pidana maupun kerugian material yang jelas.

Dokter Tifa juga menyampaikan bahwa pendekatan humanis yang disebutnya sebagai Marcos Way dapat menjadi solusi elegan dengan memberikan ruang pemulihan bagi mantan pemimpin tanpa memperpanjang konflik politik.

Usulan itu mencakup kemungkinan perawatan medis di luar negeri untuk menjaga kesehatan fisik dan mental tokoh yang bersangkutan sekaligus meredam polarisasi masyarakat.

Pandangan tersebut disusun berdasarkan diskusi intensif dengan sekitar tiga puluh profesor dan doktor dari berbagai bidang ilmu yang mendukung pendekatan akademik dalam menyelesaikan persoalan ini.

Dokter Tifa menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perjuangannya sejak awal tetap berpijak pada pencarian kebenaran dan keadilan tanpa menciptakan kesalahpahaman baru di tengah masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved