:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mendukung-penuh.jpg)
Repelita Jakarta - Ketua Umum Organisasi Projo Budi Arie Setiadi menanggapi berbagai penolakan yang disampaikan sejumlah kader dan pengurus Partai Gerindra terkait rencananya bergabung dengan partai tersebut.
Budi Arie menegaskan dengan sangat bahwa keinginannya masuk ke Partai Gerindra bukan dimotivasi oleh keinginan mencari perlindungan hukum dari berbagai kasus yang sedang dihadapinya.
Ia menyatakan dengan jelas bahwa dirinya sama sekali tidak memerlukan perlindungan hukum karena menurut penilaiannya tidak ada kasus hukum yang serius membebaninya.
Mengenai persoalan terkait judi online yang kerap dikaitkan dengan namanya, Budi Arie mengaku telah berulang kali memberikan penjelasan lengkap dan komprehensif.
Budi Arie mengungkapkan bahwa berbagai penolakan yang ditujukan padanya terkait rencana bergabung dengan Partai Gerindra tidak menjadi persoalan baginya.
Menurut pandangan pribadinya, penolakan tersebut merupakan hak prerogatif setiap individu yang harus dihargai sepenuhnya.
Budi Arie menjelaskan alasan fundamental di balik pernyataan terbukanya mengenai keinginan bergabung dengan Partai Gerindra.
Ia mengemukakan bahwa pernyataannya itu merupakan bentuk respons langsung atas pertanyaan yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto.
Pada momentum Kongres PSI yang diselenggarakan di Solo sekitar bulan Juli 2025, Prabowo memang sempat menanyakan secara langsung apakah Budi Arie akan bergabung dengan Gerindra atau Partai Solidaritas Indonesia.
Budi Arie mengonfirmasi telah melakukan komunikasi intens dengan sejumlah elite Partai Gerindra mengenai aspirasinya untuk menjadi anggota partai.
Namun demikian, ia menyerahkan sepenuhnya proses pengambilan keputusan dan mekanisme penerimaannya kepada kewenangan internal partai.
Budi Arie menyatakan kesiapannya untuk menerima segala kemungkinan termasuk penolakan dari Partai Gerindra.
Apabila nantinya tidak diterima bergabung, ia menyatakan tidak akan mempermasalahkan dan akan menghormati proses serta mekanisme yang berlaku di partai tersebut.
Baginya, setidaknya ia masih dapat terus berkontribusi dan memimpin organisasi masyarakat Projo dengan optimal.
Keinginan Budi Arie Setiadi untuk menjadi bagian dari Partai Gerindra diprediksi akan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang tidak ringan.
Beberapa pengurus cabang Gerindra telah menyatakan penolakan secara eksplisit terhadap mantan relawan Joko Widodo tersebut.
Budi Arie Setiadi sebelumnya telah menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dalam kesempatan Kongres III DPP PROJO.
Acara tersebut diselenggarakan di Grand Sahid Jaya pada awal November 2025.
Budi Arie mengungkapkan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh dan memperkuat partai yang saat ini dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Namun ketika ditanya mengenai waktu pasti bergabung dengan Partai Gerindra, Budi Arie belum dapat memberikan kepastian yang jelas.
Saat ini ia mengaku masih memfokuskan perhatian pada kesuksesan agenda Kongres III DPP PROJO yang juga akan memilih Ketua Umum untuk periode lima tahun ke depan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengajak seluruh kader DPP PROJO untuk ikut bergabung dengan Partai Gerindra, ia menyerahkan keputusan strategis tersebut sepenuhnya kepada mekanisme dan hasil Kongres.
Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani sempat memberikan respons awal mengenai keinginan bergabung Budi Arie.
Muzani yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI menyatakan bahwa keinginan Budi Arie tersebut belum diketahui oleh Prabowo Subianto.
Ia menambahkan bahwa sejauh ini dirinya belum memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Prabowo guna membahas persoalan tersebut secara mendalam.
Meskipun demikian, Muzani menegaskan dengan tegas bahwa setiap warga negara berhak bergabung dengan Partai Gerindra asalkan memenuhi persyaratan dasar yang ditetapkan secara internal.
Setiap pihak yang telah memenuhi persyaratan administrasi tersebut dianggap memenuhi syarat dasar untuk bergabung dengan Partai Gerindra, termasuk Budi Arie.
Setidaknya terdapat tiga Dewan Pimpinan Cabang Gerindra yang meminta DPP mempertimbangkan secara matang dan komprehensif penerimaan mantan Menteri Koprasi dan Komunikasi dan Informatika tersebut.
DPC Gerindra Kota Pematangsiantar menyatakan penolakan resmi terhadap Budi Arie dengan berbagai pertimbangan dan argumen.
Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar menilai rencana Budi Arie bergabung dengan Gerindra sebagai langkah pragmatis untuk melindungi diri dari potensi jeratan hukum.
Hal ini terkait erat dengan kasus yang sedang berjalan di Kementerian Kominfo dimana nama Budi Arie disebutkan dalam surat dakwaan resmi.
Surat dakwaan yang dibacakan JPU dalam persidangan perkara pengamanan situs judi online menyebutkan adanya alokasi tertentu untuk Budi Arie Setiadi selama masa menjabat sebagai Menkominfo.
Selain itu, penilaian muncul bahwa Budi Arie juga menginginkan posisi strategis dalam kepemimpinan Prabowo Subianto.
Anggota DPRD Sumut ini juga menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai dampak terhadap kepercayaan publik terhadap kredibilitas Prabowo jika Budi Arie diterima bergabung.
Kekhawatiran ini terutama mengemuka mengingat fokus dan komitmen Prabowo dalam program pemberantasan korupsi secara konsisten.
Belum lagi klaim Budi Arie mengenai perubahan logo Projo serta sanggahannya bahwa Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi dinilai sebagai langkah kurang etis secara politik.
DPC Gerindra Kota Makassar juga menyatakan penolakan secara tegas dan resmi terhadap rencana bergabungnya figur relawan Jokowi tersebut.
Penolakan ini dilandasi oleh kekhawatiran mendalam akan terganggunya konsistensi arah perjuangan dan keharmonisan internal partai di tingkat akar rumput.
Ketua DPC Gerindra Kota Makassar menegaskan bahwa Partai Gerindra memang membuka kesempatan seluas-luasnya untuk siapa saja yang memenuhi syarat administrasi umum.
Namun menurut pandangan internal, menjadi bagian dari Gerindra memerlukan komitmen ideologis yang melampaui sekadar latar belakang dukungan terhadap figur tertentu di masa lampau.
Ketua DPC Gerindra Kota Semarang menjelaskan bahwa rencana Budi Arie bergabung dengan Gerindra telah menjadi bahan pembahasan internal yang cukup intens.
Menurut persepsi kader di tingkat bawah, terdapat keinginan kuat agar Gerindra tidak dijadikan sebagai tameng politik oleh mantan relawan tim pemenangan Joko Widodo.
Meskipun memberikan berbagai catatan dan pertimbangan, penegasan disampaikan bahwa Gerindra tetaplah partai politik yang terbuka bagi siapa pun yang memenuhi persyaratan.
Keterbukaan tersebut berlaku sepanjang terdapat kesamaan visi dan misi dalam memperjuangkan kemaslahatan masyarakat, bangsa dan negara secara keseluruhan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

