:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Terduga-pelaku-ledakan-di-masjid-SMAN-72-FN-terekam-CCTV.jpg)
Repelita Jakarta - Ledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta bukan hanya menimbulkan kepanikan sesaat, tetapi membuka tabir kisah pribadi seorang remaja yang menyimpan luka mendalam dan pergolakan batin yang tak terlihat.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebuah buku lusuh berisi coretan dan gambar yang mencerminkan perasaan tertekan, kemarahan yang tertahan, dan kesunyian yang berubah menjadi bencana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budhi Hermanto menyatakan pada Senin, 10 November 2025, bahwa buku dan dokumen tersebut kini dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa lebih lanjut sebagai bagian dari barang bukti.
Tulisan dan gambar yang dibuat pelaku menunjukkan akumulasi kemarahan dan kesepian yang telah lama mendidih tanpa tersalurkan, namun Budhi menegaskan tindakan itu tidak terkait dengan jaringan terorisme atau paham keagamaan tertentu.
Selain buku dan dokumen, pihak kepolisian menemukan serbuk mencurigakan di rumah pelaku yang kini sedang diperiksa di laboratorium untuk memastikan hubungannya dengan bahan peledak yang digunakan di sekolah.
Pelaku berinisial FN sempat dirawat di RSI Cempaka Putih sebelum dirujuk ke RS Polri Kramat Jati guna mendapat penanganan medis dan psikis lebih mendalam, sehingga tim penyidik bisa menggali motif dan kondisi mentalnya.
Tragedi terjadi pada Jumat, 7 November 2025, ketika khatib menyampaikan ceramah di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading. Ledakan membuat siswa dan guru panik, berhamburan keluar dan aparat kepolisian serta TNI segera memasang garis pembatas.
Kasus ini menyoroti sisi rapuh generasi muda di tengah tekanan sosial dan dunia maya, serta menjadi pengingat bahwa bahaya terbesar terkadang datang dari luka batin yang dibiarkan tumbuh di ruang hening yang tak terlihat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

