
Repelita Jakarta - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, menyentil isu pemalsuan ijazah dalam rapat kerja Badan Legislasi DPR bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama yang membahas evaluasi Undang-Undang Guru dan Dosen di kompleks parlemen Senayan.
Dalam kesempatan tersebut, Benny menyoroti praktik oknum guru yang membeli sertifikasi hingga memalsukan ijazah demi mendapatkan tunjangan profesi tanpa meningkatkan kemampuan mengajar sebenarnya.
Ia kemudian membandingkan dengan kasus tuduhan ijazah palsu yang menimpa hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani, yang dengan tegas memperlihatkan bukti keaslian dokumennya di hadapan publik.
“Teman saya pak Menteri, Hakim MK dituduh ijazah palsu. Iya, sahabat baik saya pak Arsul Sani. Tapi hebatnya dia, dia tampil di depan tunjukin itu ijazah asli. Ndak kayak yang lain,” ucap Benny dengan nada menyindir.
Pernyataan itu langsung mengarah pada dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo meski tidak disebut nama secara langsung, sehingga memicu perhatian luas di kalangan masyarakat.
Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menanggapi perubahan sikap Partai Demokrat yang kini semakin berani mengkritik mantan presiden tersebut.
“Demokrat sudah mulai berani,” tulis Chusnul Chotimah melalui akun X @ch_chotimah2 pada 21 November 2025.
Menurutnya, ucapan Benny membuat posisi Joko Widodo semakin menjadi bahan sorotan dan ejekan di DPR yang mayoritas diisi anggota koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto.
“Jokowi dijadikan bahan tertawaan satu DPR yang mayoritas diisi koalisi Prabowo,” tambahnya.
Chusnul juga menyinggung sebagian pihak yang masih menganggap Joko Widodo memiliki pengaruh kuat di ranah politik tanah air pasca lengser dari jabatan presiden.
“Dan termul masih berpikir Jokowi masih disegani dan punya pengaruh, mimpi,” tegasnya dalam postingan yang sama.
Editor: 91224 R-ID Elok

