Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Bangsa Belum Berdamai dengan Masa Lalu, FSPI Sindir Dendam Politik Hambat Rekonsiliasi Nasional

 Soal Gelar Pahlawan ke Soeharto, FSPI: Bangsa Ini Harus Berdamai dengan Masa Lalu

Repelita Jakarta - Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, kembali memicu perdebatan tajam di tengah masyarakat.

Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung, menilai polemik ini menandakan bahwa bangsa Indonesia belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalunya.

“Luka sejarah itu mencerminkan bahwa bangsa ini belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalu,” ujar Zuhelmi pada Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, dendam politik yang masih tersisa justru dapat menghambat semangat rekonsiliasi nasional yang kini tengah dibangun.

“Dendam politik tentunya akan menimbulkan risiko politik yang dapat menghambat semangat rekonsiliasi. Kami berharap ada kedewasaan berpolitik agar Indonesia dapat lebih maju sesuai semangat persatuan yang kini dibangun oleh Presiden Prabowo,” tegasnya.

Zuhelmi mencontohkan sikap Presiden Prabowo Subianto yang tetap menghormati Presiden Soekarno sebagai Bapak Bangsa meskipun berasal dari latar belakang politik yang berbeda.

“Kedewasaan berpolitik pemimpin sejati idealnya menunjukkan keteladanan untuk menghargai semua tokoh bangsa, sekalipun pernah berseberangan dalam politik. Kita bisa melihat bagaimana Presiden Prabowo yang menghormati Ir. Soekarno meski dari latar politik berbeda. Keteladanan seperti ini mengajarkan kita untuk mengakui kontribusi seorang tokoh secara utuh,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zuhelmi menilai penolakan terhadap gelar pahlawan bagi Soeharto adalah sikap yang tidak adil karena menutup mata terhadap kontribusi besar yang pernah diberikan mantan presiden itu bagi pembangunan nasional.

“Sangat tidak adil, karena tidak bisa dipungkiri bahwa di balik kontroversi politik Orde Baru, Soeharto memiliki jasa besar dalam pembangunan nasional, mulai dari swasembada pangan, pembangunan infrastruktur dasar, stabilitas ekonomi dan politik, hingga program transmigrasi dan pendidikan dasar,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto akan menjadi simbol kedewasaan bangsa Indonesia di mata dunia.

“Pengakuan terhadap jasa Soeharto dengan penganugerahan Pahlawan Nasional akan menegaskan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan tidak dikuasai dendam politik, melainkan semangat persatuan di atas segalanya,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved