
Repelita Cilacap - Tragedi longsor dahsyat yang melanda Dusun Tarukahan dan Cibuyut di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, meninggalkan luka dalam bagi masyarakat setempat, dengan puluhan jiwa hilang dan proses penyelamatan terhambat oleh medan ekstrem serta cuaca tak bersahabat.
Di balik kesedihan itu, sebuah rekaman yang menampilkan seorang pemuda bernama Rival Altaf tiba-tiba menjadi sorotan luas di kalangan pengguna media sosial, karena kemampuannya yang dikaitkan dengan istilah indigo dalam membantu tim penyelamat.
Video tersebut menyebar cepat setelah banyak pihak menghubungkan kehadirannya dengan penemuan beberapa korban di bawah tumpukan material berat, di mana ia disebut-sebut mampu menunjukkan koordinat spesifik lokasi keberadaan korban.
Istilah indigo sering dikaitkan dengan persepsi tentang indra keenam atau intuisi luar biasa yang dimiliki individu tertentu, dan dalam situasi darurat seperti ini, kehadiran Rival menjadi pembicaraan hangat meski menuai pro dan kontra.
Akun TikTok @hengky_yulie membagikan klip saat Rival bertemu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan dimintai penjelasan.
Ini yang membantu relawan menemukan korban longsor, kata salah satu petugas BPBD yang terlibat dalam operasi pencarian.
Terbukti bener bahwa Rifal anak indigo telah membantu relawan temukan ijazah korban longsor, tulis seorang pengguna daring.
Mau dia asal nebak atau tidak, dia lebih mulia karena langsung kelokasi membantu, sednagkan kita hanya bisa mengomentari postingan ini, tambah yang lain.
Berdasarkan berbagai sumber berita, Rival mengklaim telah merasakan posisi korban sejak awal operasi, yang membuat beberapa anggota tim terkejut mengingat tantangan akses ke area longsor yang sebelumnya sulit ditembus.
Laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa total 18 korban ditemukan dalam keadaan meninggal, sementara lima orang lainnya masih dalam upaya pencarian oleh tim gabungan.
Sementara itu, 23 warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, dengan 11 di antaranya mengalami cedera ringan, 58 orang menjalani perawatan rawat jalan, dan tiga individu dirawat di fasilitas pengungsian karena kondisi kesehatannya memburuk.
Kerusakan infrastruktur juga parah, mencakup 16 rumah yang rata dengan tanah atau lenyap, 25 bangunan lain yang berisiko runtuh, serta satu hektare lahan sawah yang hancur akibat aliran lumpur.
Secara keseluruhan, 17 keluarga atau 46 jiwa terdampak langsung, sementara 133 keluarga atau 383 orang terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi sementara seperti Balai Desa Cibeunying, MTS SS Cibeunying, Masjid Baeturrohmah Wanasari, dan rumah saudara dekat.
Meskipun perdebatan seputar kemampuan indigo Rival terus bergulir, para sukarelawan tetap fokus menyelesaikan misi penyelamatan, sementara warga setempat berharap evakuasi selesai segera dengan menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat.
Editor: 91224 R-ID Elok

