Repelita Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan masyarakat mengenai potensi banjir besar yang dapat melanda pusat kota apabila tanggul laut di kawasan Pantai Mutiara mengalami kerusakan.
Menurut keterangan yang disampaikan pada Kamis tanggal 13 November 2024, kondisi tanggul yang jebol dikhawatirkan akan mengakibatkan genangan air mencapai kawasan Monumen Nasional ketika terjadi kombinasi air pasang dan hujan deras.
Upaya antisipasi yang pernah dilakukan selama masa pemerintahannya adalah program normalisasi Waduk Pluit yang memerlukan waktu penyelesaian sekitar dua tahun.
Proses normalisasi diawali dengan pembebasan lahan yang sebelumnya ditempati ratusan bangunan semipermanen di sekitar bantaran waduk.
Keberadaan bangunan tersebut dinilai mengurangi kapasitas tampung waduk sehingga berpotensi memperparah genangan air saat musim penghujan tiba.
Tahap selanjutnya adalah pengerukan lumpur secara berkala untuk meningkatkan kedalaman waduk dari semula dua meter menjadi lima meter.
Peningkatan kapasitas tampung waduk tersebut diharapkan dapat mengendalikan aliran air dari Sungai Ciliwung dan mengurangi dampak banjir.
Saat ini Waduk Pluit telah berubah menjadi ruang terbuka hijau yang tetap berfungsi sebagai sistem pengendali banjir.
Video yang diunggah melalui platform media sosial Instagram memperlihatkan kondisi terkini tanggul Pantai Mutiara dengan ketinggian hanya sekitar satu meter.
Seorang warga setempat mengungkapkan kekhawatirannya melihat posisi air laut yang sudah lebih tinggi dibandingkan jalan di sekitar kawasan tersebut.
Pengamatan langsung menunjukkan tanggul laut tersebut membentang sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar antara 10 hingga 15 sentimeter.
Meskipun air laut sering meluap ke jalan saat gelombang tinggi, struktur tanggul masih terlihat kokoh tanpa retakan yang membahayakan.
Sebagian bagian tanggul sepanjang 500 meter telah ditinggikan menjadi 1,5 meter dan terbukti efektif mencegah luapan air laut.
Petugas kebersihan setempat mengkonfirmasi bahwa luapan air laut hanya menyebabkan jalanan menjadi licin dan becek tanpa menimbulkan kerusakan berarti.
Pengamat tata kota Trubus Rahadiansyah mendukung peringatan tersebut dengan menyatakan potensi banjir dapat meluas puluhan kilometer apabila tanggul jebol.
Dampak terburuk yang mungkin terjadi adalah terhentinya aktivitas ekonomi di Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi pusat perputaran barang.
Kritik dilayangkan terhadap pemerintah yang dinilai kurang serius menangani masalah rob dan cenderung mengabaikan program-program pencegahan banjir.
Pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul raksasa diusulkan sebagai solusi permanen untuk menahan air laut meskipun masih sebatas wacana.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun National Capital Integrated Coastal Development sebagai bentuk tanggul laut raksasa pencegah banjir rob.
Rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan pengkajian teknis oleh konsultan terkait.
Target percepatan pembangunan NCICD harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan persetujuan dari pihak berwenang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

