
Repelita Jakarta - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia, Dian Sandi Utama, menanggapi pernyataan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, yang menegaskan bahwa partainya harus menang saat berhadapan dengan partai mana pun, termasuk NasDem.
Dian menyebut penegasan tersebut membuat sebagian pihak merasa terusik dan menimbulkan kegelisahan yang coba ditutupi.
Ada yang terbakar menggelupur dengan statement Ketua Harian PSI Ahmad Ali, ujar Dian kepada fajar.co.id, Minggu (16/11/2025).
Ia menilai sebagian pihak berpura-pura tak ingin bersaing, padahal sikap tersebut tidak jujur.
Walaupun bibir terkunci keluar, namun jangan menjadi munafik seakan tak ingin mengalahkan Partai lain hanya karena ingin dianggap Partai yang bersahabat, tegasnya.
Dian menekankan bahwa kompetisi politik memang soal saling mengalahkan dan tidak ada yang tabu dalam persaingan antar-partai.
Kompetisi pastilah akan saling mengalahkan, bahkan tak jarang merencanakan kehancuran parpol lainnya toh, sebutnya.
Ia menyinggung perebutan kursi pimpinan legislatif sebagai contoh konkret.
Seperti misalnya, ada yang sudah mendapat jatah kursi wakil ketua DPRD, ucap Dian.
Dian mempertanyakan kejujuran sikap partai yang enggan bersaing meski telah mendapatkan jatah posisi strategis.
Apakah tidak munafik namanya jika mengatakan bahwa tak menginginkan kursi ketua DPRD, timpalnya.
Ia menambahkan tidak realistis bila ada partai yang mengaku tak ingin mengalahkan partai sahabat demi kursi bergengsi.
Tidak ingin mengalahkan partai sahabat, demi kursi tertinggi itu, imbuhnya.
Dian mengibaratkan respons itu seperti reaksi terhadap kemunculan seekor hewan besar di arena politik.
Ternyata gajah itu bisa menciptakan kegelisahan luar biasa, sindirnya menggambarkan logo baru PSI.
Ia menegaskan politik kini memasuki era baru.
Selamat datang di era baru Politik, selamat menikmati peradaban gajah, terangnya.
Menjelang Pemilu Legislatif, Dian menekankan target PSI untuk merebut posisi strategis di DPRD DKI Jakarta.
Pemilu Legislatif di depan, PSI wajib menang dan ambil satu kursi Pimpinan DPRD DKI Jakarta, tegasnya.
Dian menyinggung NasDem agar tidak memakai alasan moral semata dalam strategi politik.
NasDem sebaiknya tidak menjual standar etika sebagai standar politik, kuncinya.
Sebelumnya, Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menyatakan bahwa hubungan pertemanan bukanlah dasar dalam kontestasi politik.
Tapi kan dalam politik tidak ada persahabatan, yang ada saling membunuh, kata Ali usai pra-rapat kerja wilayah PSI Jawa Barat di Purwakarta, Jumat (14/11/2025).
Ali menegaskan kedekatannya dengan beberapa figur NasDem tidak melemahkan tekad PSI untuk tampil lebih unggul dalam pemilu mendatang.
Ucapan Ali mendapat respons dari Ketua DPW NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino.
Menurut Wibi, politik seharusnya tidak semata persaingan yang menghapus kerja sama atau hubungan baik.
Bagi kami, membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendirian. Politik bukan soal saling meniadakan, apalagi saling membunuh, tetapi tentang mencari common ground agar energi bangsa tidak habis untuk konflik yang tidak produktif, tegasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

