Repelita Jakarta - Influencer sekaligus penulis Aigail Limuria menyoroti maraknya aktivitas buzzer yang menurutnya semakin mengacaukan dinamika percakapan publik di ruang digital, pernyataan yang ia sampaikan dalam publikasi pada 22 November 2025.
Ia menilai keberadaan buzzer membuat suasana media sosial semakin dipenuhi kecurigaan karena setiap pendapat yang sedikit berbeda langsung diserang, sehingga kepercayaan antarpengguna merosot dan ruang diskusi kehilangan fungsi utamanya.
Abigail mengungkap contoh yang pernah ia alami, ketika seseorang memberikan penilaian positif terhadap kebijakan pemerintah namun meminta pelaksanaannya diperbaiki, lalu segera diserang dengan ucapan “Oh, udah deh diam aja buzzer 02,” yang menurutnya menunjukkan bagaimana label buzzer digunakan secara serampangan untuk membungkam pandangan berbeda.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi seperti itu membuat banyak orang enggan bersuara, sebab opini apa pun yang tidak sejalan dengan kelompok tertentu kerap langsung dicurigai berasal dari kepentingan tersembunyi, sehingga diskusi yang diharapkan dapat membangun justru terhenti.
Abigail menegaskan perlunya pendekatan yang lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan pandangan, dengan mendorong publik agar tidak mudah melekatkan cap buzzer kepada orang lain, sehingga media sosial kembali menjadi ruang pertukaran gagasan yang sehat dan beradab.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

