Repelita Jakarta - Immanuel Ebenezer atau Noel yang memimpin Prabowo Mania 08 menyampaikan pandangannya terkait langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi bagi Tom Lembong.
Noel menilai kebijakan tersebut bukan hanya kebijakan hukum semata, melainkan bukti nyata bahwa Prabowo berani menempatkan keikhlasan hati di atas dendam politik yang selama ini menodai demokrasi.
Ia menegaskan bahwa Prabowo memilih jalur memaafkan mereka yang pernah membangun fitnah, merusak reputasi, dan memecah belah publik, karena yakin masa depan bangsa lebih penting daripada mempertahankan konflik lama.
Noel mencontohkan kasus Hasto, yang pernyataannya tentang “kalau tidak ada asap tidak mungkin ada api” sempat memperpanjang rumor soal tamparan terhadap seorang wakil menteri, tetapi Prabowo membuktikan bahwa dendam tidak pernah menjadi jalannya dengan memberi ruang amnesti.
Hal serupa juga dilakukan Prabowo pada Tom Lembong yang sempat terseret tuduhan korupsi impor gula.
Prabowo menghentikan proses hukumnya melalui abolisi, agar energi bangsa tidak habis untuk membesarkan sengketa, melainkan bisa diarahkan untuk membangun.
Noel menggambarkan Prabowo seperti salju yang putih dan menenangkan, menutupi noda-noda lama tanpa membuat luka baru, tetapi Noel juga mengingatkan bahwa di balik putihnya salju tetap bisa muncul serigala berbulu domba.
Menurutnya, di sinilah keikhlasan Prabowo akan diuji, apakah kebaikan hati itu dimanfaatkan atau dijaga sebagai modal rekonsiliasi.
Ia menekankan, kebijakan amnesti dan abolisi yang diumumkan pada 31 Juli 2025 ini menjadi isyarat jelas bahwa Prabowo berdiri di atas semua luka lama, mengajak publik menatap ke depan, bukan terus menerus memelihara konflik yang melelahkan.
Noel meyakini bahwa memaafkan bukan berarti lemah, justru menunjukkan kebesaran jiwa, sebab tidak semua pemimpin berani menempuh jalan ini.
Baginya, di tengah riuh politik transaksional, amnesti dan abolisi membuktikan bahwa Indonesia masih punya presiden yang lebih memilih merangkul daripada memenjarakan lawan.
Di akhir pernyataannya, Noel berharap publik bisa melihat bahwa salju di hati Prabowo akan menjadi penanda bagaimana bangsa ini memulai lembar baru, berdiri bersama di atas rekonsiliasi, bukan dendam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

